DIGTALPOS.com, Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyerukan pentingnya memanfaatkan bonus demografi sebagai peluang besar untuk membangun generasi unggul yang berdaya saing global. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Wisuda Angkatan XVI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syamsul Ma’arif Bontang, Minggu (2/11/2025).
Orang nomor satu di Kota Taman (sebutan Bontang) itu menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah berada dalam fase krusial, di mana jumlah penduduk usia produktif mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini, katanya, bukan sekadar angka statistik, tetapi momentum emas yang harus dikelola dengan bijak untuk kemajuan bangsa.
“Bonus demografi harus menjadi bonus produktivitas. Ini saatnya kita menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas dan terampil, tapi juga berakhlak mulia,” ucap Neni.
Lebih lanjut Neni menuturkan, Pemerintah Kota Bontang memiliki visi besar untuk mewujudkan transformasi sosial menuju sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029. Menurutnya, lembaga pendidikan tinggi seperti STIT Syamsul Ma’arif berperan strategis dalam mendukung visi tersebut, terutama dalam mencetak lulusan yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan moral.
“Kami bangga, STIT Syamsul Ma’arif terus konsisten melahirkan lulusan yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan daerah, serta memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat,” katanya.
Neni juga menyoroti komitmen Pemkot Bontang dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program unggulan, salah satunya “Bontang Pintar” program yang dirancang untuk memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, Wali Kota dua periode itu juga mengingatkan pentingnya pembentukan karakter sosial dan etika dalam dunia pendidikan.
“Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh karakter, etika, dan semangat pengabdian. Kita butuh generasi muda yang berjiwa pemimpin, memiliki empati, serta mau berkontribusi untuk masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Neni berharap para wisudawan STIT Syamsul Ma’arif dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat baru dalam membangun Bontang. Ia menegaskan bahwa masa depan kota ini berada di tangan generasi muda yang berani bermimpi dan bekerja keras.
“Bontang membutuhkan anak muda yang berani bermimpi besar, bekerja keras, dan berkontribusi nyata. Bonus demografi hanya akan berarti jika diisi oleh generasi yang unggul dan berintegritas,” pungkasnya.
Acara wisuda yang berlangsung khidmat itu dihadiri pula oleh jajaran pimpinan kampus, para dosen, dan keluarga besar wisudawan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan tonggak penting dalam menyiapkan masa depan daerah dan bangsa yang lebih gemilang. (Adv)













