Rahasia Panjang Umur Warga Jepang, Ini 5 Makanan yang Rutin Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan

Rahasia Panjang Umur Warga Jepang, Ini 5 Makanan yang Rutin Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan
Ilustrasi miso soup.

DIGTALPOS.com – Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Tidak sedikit masyarakat Negeri Sakura yang mampu mencapai usia 100 tahun, bahkan jumlah penduduk berusia lanjut di negara tersebut mencapai ratusan ribu orang.

Umur panjang masyarakat Jepang kerap dikaitkan dengan berbagai faktor, mulai dari gaya hidup aktif, kebiasaan menjaga kesehatan, hingga pola makan sehari-hari. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah pilihan makanan yang dikonsumsi secara rutin dan menjadi bagian dari tradisi kuliner mereka.

Dikutip dari CNBC, ahli gizi asal Jepang, Asako Miyashita, MS, RDN, CDN, mengungkapkan sejumlah jenis makanan yang kerap dikonsumsi dirinya bersama keluarga untuk menjaga kesehatan tubuh.

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sudah ditanamkan sejak kecil. Ia tumbuh dengan pemahaman bahwa makanan bukan sekadar untuk menghilangkan rasa lapar, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup.

Berikut lima makanan yang menjadi bagian dari pola makan masyarakat Jepang dan dikenal memiliki kandungan nutrisi bermanfaat bagi tubuh.

1. Ubi Jepang

Ubi ungu atau Japanese sweet potato merupakan salah satu bahan pangan yang cukup populer di Jepang, khususnya di Okinawa, wilayah yang dikenal memiliki banyak penduduk berusia panjang.

Ubi ini biasa dikonsumsi sebagai camilan, makanan pendamping, hingga hidangan penutup. Selain memiliki rasa manis alami, ubi ungu kaya akan karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.

Warna ungunya berasal dari antosianin, yaitu pigmen alami yang juga ditemukan pada sejumlah buah dan sayuran. Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kandungan seratnya juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan serta membantu mengontrol kadar gula darah apabila dikonsumsi dalam porsi yang sesuai.

2. Sup Miso

Sup miso menjadi salah satu hidangan tradisional Jepang yang hampir tidak asing dalam menu makan sehari-hari masyarakatnya.

Makanan ini dibuat dari pasta miso, yakni hasil fermentasi kacang kedelai yang biasanya dipadukan dengan tahu, rumput laut, daun bawang, dan berbagai bahan lainnya.

Proses fermentasi pada miso menghasilkan senyawa yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan pencernaan. Makanan fermentasi juga dikenal dapat mendukung keseimbangan mikroorganisme baik di dalam usus.

Selain itu, kedelai sebagai bahan utama miso mengandung protein nabati serta sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh.

3. Lobak Daikon

Daikon merupakan jenis lobak putih berukuran cukup besar yang banyak digunakan dalam berbagai masakan Jepang.

Sayuran ini bisa dinikmati dalam kondisi mentah, direbus, dijadikan acar, maupun dicampurkan ke dalam sup. Rasanya yang segar membuat daikon mudah dipadukan dengan berbagai hidangan.

Daikon mengandung vitamin C yang berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh dan membantu melindungi sel dari stres oksidatif.

Tidak hanya itu, kandungan seratnya juga membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan saluran cerna. Dengan kandungan kalori yang relatif rendah, daikon dapat menjadi pilihan sayuran untuk melengkapi menu makanan sehari-hari.

4. Rumput Laut

Rumput laut merupakan bahan pangan yang sangat populer dalam kuliner Jepang. Bahan makanan ini sering ditemukan dalam sup, salad, sushi, hingga dijadikan pelengkap berbagai hidangan.

Di balik bentuknya yang sederhana, rumput laut menyimpan beragam nutrisi penting. Beberapa di antaranya adalah zat besi, kalsium, folat, dan magnesium yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi tubuh.

Rumput laut juga mengandung serat serta senyawa antioksidan, seperti fucoxanthin dan fucoidan, yang dalam sejumlah penelitian menunjukkan potensi aktivitas anti-inflamasi.

Konsumsi rumput laut dalam jumlah wajar dapat menjadi salah satu cara untuk menambah variasi asupan nutrisi harian. Namun, porsinya tetap perlu diperhatikan karena beberapa jenis rumput laut memiliki kandungan yodium cukup tinggi.

5. Ikan

Ikan menjadi sumber protein yang tidak terpisahkan dari pola makan tradisional masyarakat Jepang. Berbagai jenis ikan, terutama ikan berlemak seperti salmon dan tuna, sering dimasukkan ke dalam menu harian.

Ahli gizi Asako Miyashita juga mengaku rutin mengonsumsi ikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh.

Ikan berlemak kaya akan asam lemak omega-3 yang memiliki manfaat penting bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Omega-3 diketahui dapat membantu menurunkan kadar trigliserida, mendukung pengaturan tekanan darah, serta membantu mengurangi proses peradangan dalam tubuh.

Selain itu, ikan juga merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk menjaga massa otot, memperbaiki jaringan tubuh, dan mendukung berbagai fungsi organ.

Pola Makan Sehat Jadi Bagian dari Gaya Hidup

Kebiasaan masyarakat Jepang mengonsumsi berbagai bahan pangan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dilakukan melalui pola makan yang rumit.

Mengombinasikan sayuran, ikan, makanan fermentasi, rumput laut, serta sumber karbohidrat yang kaya serat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Meski demikian, umur panjang tidak ditentukan oleh satu atau dua jenis makanan saja. Faktor lain seperti aktivitas fisik, kualitas tidur, kondisi lingkungan, faktor genetik, serta kebiasaan menjaga kesehatan juga memiliki peran penting.

Lima makanan tersebut dapat menjadi inspirasi untuk membangun pola makan lebih seimbang. Sebab, menjaga kesehatan sejak dini merupakan salah satu investasi penting agar tubuh tetap bugar dan kualitas hidup terjaga hingga usia lanjut. (*)