DIGTALPOS.com, Bontang – Upaya menumbuhkan budaya membaca di kalangan anak terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang melalui program Perpustakaan Keliling (Pusling). Armada Pusling kembali berkeliling menyapa para siswa di dua sekolah dasar, yakni SDN 008 Bontang Utara dan SDN 005 Bontang Selatan, pada Senin, (3/11/2025).
Kehadiran mobil perpustakaan yang sarat dengan buku-buku berwarna-warni ini selalu disambut antusias oleh siswa. Anak-anak tampak berebut memilih buku cerita, dongeng, hingga ensiklopedia bergambar yang menarik perhatian mereka. Suasana halaman sekolah pun berubah menjadi ruang baca terbuka yang penuh keceriaan.
Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriariyanti, mengatakan bahwa program Pusling merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mendekatkan akses literasi kepada masyarakat, terutama di kalangan pelajar usia dini.
“Pusling ini konsepnya jemput bola. Kami ingin anak-anak punya kemudahan untuk membaca tanpa harus datang ke perpustakaan kota,” ujar Retno.
Ia menambahkan, kegiatan ini berjalan secara rutin setiap hari, bahkan ketika DPK memiliki agenda lain, layanan Pusling tetap beroperasi. “Kami ingin semangat literasi di Bontang tidak pernah berhenti. Sekecil apa pun langkahnya, membaca harus jadi bagian dari keseharian anak-anak,” tambahnya.
Melalui layanan ini, DPK berharap bisa menanamkan kecintaan terhadap buku sejak dini. Menurut Retno, membaca bukan hanya kegiatan akademis, tetapi juga bentuk hiburan yang mendidik yang mampu merangsang imajinasi serta memperluas wawasan anak.
“Buku itu bukan sekadar lembaran kertas. Di dalamnya ada dunia baru yang bisa membawa anak-anak berkelana tanpa batas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan DPK Kota Bontang, Indra Nopika Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan Pusling dilakukan dua kali sehari dengan jadwal yang telah tersusun rapi. Selain itu, banyak sekolah yang secara aktif mengajukan permohonan kunjungan dengan mengirimkan surat resmi kepada DPK.
“Biasanya satu unit mobil Pusling membawa sekitar 200 eksemplar buku dengan beragam genre mulai dari cerita anak, buku pengetahuan umum, hingga bacaan motivasi,” kata Indra.
Indra menambahkan, keberadaan Pusling menjadi sarana efektif untuk membangun kedekatan antara anak dan buku, di tengah derasnya arus digitalisasi yang kerap membuat minat baca menurun.
Kegiatan literasi seperti ini, lanjutnya, bukan sekadar tentang membaca, tetapi juga membentuk karakter anak agar terbiasa mencari informasi dari sumber yang positif dan mendidik.
Dengan terus berkeliling ke berbagai sekolah, DPK Bontang berkomitmen menjadikan kota ini sebagai kota literasi yang hidup, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mencintai buku dan belajar tanpa batas. (Adv)













