DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai menata ulang kawasan Pelabuhan Loktuan sebagai bagian dari strategi besar membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.
Upaya ini bukan sekadar penertiban bangunan liar, melainkan langkah visioner untuk mengembalikan fungsi pelabuhan sebagai simpul ekonomi, transportasi, dan aktivitas publik yang tertata serta modern.
Puluhan bangunan semi permanen yang berdiri tanpa izin di atas lahan milik Pemkot mulai dibongkar. Penertiban dilakukan secara terpadu oleh 280 petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perkimtan, DPMPTSP, dan Damkartan.
Kegiatan berlangsung kondusif dan humanis, berkat pendekatan persuasif yang telah dilakukan sebelumnya. Warga pemilik bangunan telah menerima tiga kali surat peringatan sebelum proses pembongkaran dimulai. Pemerintah juga membantu memindahkan barang-barang milik warga agar tidak terjadi kerugian material yang tidak perlu.
“Arahan dari Wali Kota sangat jelas, penertiban ini harus dilakukan secara humanis, santun, dan menghormati masyarakat. Tujuannya bukan menggusur, tapi menata kawasan agar lebih tertib dan berdaya guna,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bontang, Sony Suwito Adicahyono, di lokasi kegiatan, Rabu (5/11/2025).
Menurut Sony, kawasan pelabuhan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas ekonomi dan arus barang di Kota Bontang. Karena itu, penataan ini akan membuka ruang lebih luas untuk pengembangan fasilitas umum, area komersial, serta akses publik menuju pelabuhan.
“Kawasan pelabuhan sedang dipersiapkan untuk peningkatan fungsi akses dan aktivitas ekonomi masyarakat. Penataan ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang pengembangan kawasan pesisir,” terangnya.
Penataan Pelabuhan Loktuan diyakini akan memberi dampak signifikan terhadap geliat ekonomi lokal. Dengan ruang yang lebih tertata, pelabuhan bisa dikembangkan sebagai pusat logistik, perdagangan hasil laut, dan transportasi antarwilayah, sekaligus menjadi ikon baru Bontang sebagai kota maritim.
Rencana Pemkot juga mencakup pembangunan fasilitas pendukung seperti area parkir yang memadai, dermaga yang lebih representatif, serta penataan pedestrian agar kawasan pelabuhan lebih ramah bagi pengunjung dan nelayan.
“Dengan kawasan yang tertata, arus distribusi barang akan lebih lancar, aktivitas nelayan lebih nyaman, dan pelabuhan bisa menjadi wajah baru Bontang di sektor maritim,” lanjut Sony.
Kendati sebagian besar bangunan telah ditertibkan, masih terdapat sekitar 20 bangunan yang tengah menunggu proses pembebasan lahan. Pemkot memastikan proses tersebut akan ditempuh secara adil dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama. Penataan ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah, tapi demi kenyamanan dan kemajuan bersama. Ketika kawasan pelabuhan tertata, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.
Langkah penataan Pelabuhan Loktuan menjadi bukti nyata keseriusan Pemkot Bontang dalam memperkuat fondasi pembangunan ekonomi maritim. Dengan penataan yang berkelanjutan, kawasan ini diharapkan tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan wisata bahari yang membanggakan warga Bontang. (Adv)













