DIGTALPOS.com, Bontang – Dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kreatif menghadapi peluang ekonomi baru di wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN), Pemerintah Kota Bontang menggelar Workshop dan Sertifikasi Barbershop di Hotel Raodah 1, mulai 3 hingga 5 November 2025.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang SDM, Lukman, mewakili Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Dalam kesempatan itu, Lukman menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Bontang untuk meningkatkan daya saing masyarakat lokal agar siap bersaing di pasar jasa modern.
“Visi pembangunan Kota Bontang adalah menjadi kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai daerah mitra IKN. Melalui pelatihan ini, kami ingin wujudkan visi itu secara nyata,” ucapnya.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam menghadapi era baru pembangunan Kalimantan Timur. Dengan keberadaan IKN, Bontang harus mengambil peran strategis, tidak hanya sebagai daerah penunjang industri, tetapi juga pusat jasa profesional, termasuk jasa perawatan dan penataan rambut.
Ia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang menjadi pengakuan kompetensi nasional.
“Dengan satu sertifikat di tangan, daya saing kalian meningkat signifikan. Ini yang kami siapkan untuk masa depan Bontang,” ungkapnya.
Selain membekali peserta dengan kemampuan profesional, Pemkot juga mendorong mereka menjadi pengusaha mandiri. Lukman bahkan menekankan pentingnya mengubah istilah “pelaku usaha” menjadi “pengusaha muda”, untuk memberikan citra positif dan membangun semangat wirausaha.
“Kita ingin membentuk pengusaha, bukan hanya pelaku. Ini soal kebanggaan dan mentalitas,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar alumni pelatihan segera membuka usaha usai kegiatan. Tidak harus menunggu fasilitas besar, cukup dengan kreativitas dan peralatan dasar yang telah diberikan.
“Yang penting jangan ruang tamu dijadikan tempat barber shop, tapi cari tempat yang layak di rumah atau sekitar lingkungan,” candanya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah terus menyiapkan program lanjutan melalui bidang ekonomi kreatif agar keberlanjutan kegiatan seperti ini terus terjaga.
“Kami berharap tahun depan bisa dibuatkan tempat usaha bersama bagi alumni pelatihan. Ini langkah menuju kemandirian ekonomi masyarakat,” jelas Lukman.
Ia berharap dari pelatihan ini akan lahir barber muda profesional dari Bontang yang mampu bersaing, baik di daerah sendiri maupun di kota-kota besar.
“Dengan kesiapan SDM seperti ini, Bontang tidak hanya menjadi penonton dalam era IKN, tetapi ikut menjadi pelaku utama,” pungkasnya. (Adv)













