DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan memiliki fondasi spiritual yang kuat. Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, Pemkot berupaya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan, tetapi juga penguatan moral dan nilai-nilai keagamaan.
Komitmen itu terlihat jelas dalam kegiatan Pelatihan Keagamaan dan Sosial bagi Pemuda yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Bontang, Rabu (5/11/2025) di Ballroom Hotel Sintuk.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Hukum Pemkot Bontang, Anwar Sadat, mewakili Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Dalam kesempatan ini, Anwar Sadat menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kualitas sumber daya pemuda. Menurutnya, pemberdayaan generasi muda tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak mulai dari Dinas Pendidikan, lembaga keagamaan, organisasi kepemudaan, hingga sektor sosial kemasyarakatan agar pembinaan berjalan efektif dan menyentuh berbagai aspek kehidupan pemuda.
“Pembinaan pemuda tidak bisa dikerjakan oleh satu perangkat daerah saja. Harus ada dukungan bersama, baik dari pendidikan, keagamaan, maupun sosial. Ketika semua bergerak bersama, hasilnya akan lebih terasa bagi masyarakat,” ujar Anwar.
Lebih lanjut, Anwar menekankan bahwa arah pembangunan pemuda di Bontang kini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bakat olahraga dan ekonomi kreatif, melainkan juga memperkuat dimensi mental dan spiritual. Langkah ini, katanya, menjadi bagian penting dari upaya membentuk generasi muda yang tangguh dan berakhlak.
Ia pun mengapresiasi langkah Dispopar Bontang yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam program pemberdayaan pemuda. Menurutnya, pelatihan keagamaan seperti ini menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk memperdalam ilmu yang kini mulai jarang dipelajari di tengah arus modernisasi.
“Inisiatif seperti ini sangat penting. Ilmu fardu kifayah, misalnya, sudah jarang disentuh oleh generasi muda. Padahal, ini bagian dari tanggung jawab sosial dan spiritual yang perlu dipahami,” ungkapnya.
Anwar juga menilai, pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan menghadirkan solusi di tengah dinamika masyarakat. Dengan bekal pemahaman agama dan karakter yang kuat, para pemuda akan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah.
“Ketika pemuda matang secara spiritual dan sosial, mereka akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan daerah. Mereka bukan hanya penerus bangsa, tapi juga penggerak perubahan hari ini,” tegasnya.
Ia berharap agar model pembinaan terpadu seperti ini dapat terus dikembangkan dan diperluas hingga ke tingkat kelurahan. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pemkot Bontang, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh baik dari sisi kebijakan maupun alokasi anggaran.
Kegiatan pelatihan tersebut ditutup dengan pesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara disiplin, aktif berpartisipasi, dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui program seperti ini, Pemkot Bontang berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya kreatif dan produktif, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat gotong royong, serta kesadaran spiritual yang menjadi modal penting dalam membangun kota yang berdaya dan beradab. (Adv)













