DIGTALPOS.com, Bontang – Pembangunan pabrik Soda Ash pertama di Indonesia yang berlokasi di Kota Bontang menjadi langkah strategis menuju kemandirian industri kimia nasional. Proyek yang digarap oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) dan mitra lainnya ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus memperluas peran Bontang sebagai pusat hilirisasi industri kimia.
Pabrik dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun ini akan memanfaatkan 174 ribu ton CO₂ sebagai bahan baku, menjadikannya proyek industri ramah lingkungan yang berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon nasional. Kehadiran fasilitas tersebut menandai babak baru bagi Bontang, dari kota berbasis migas menuju kota industri kimia terintegrasi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menilai pembangunan pabrik Soda Ash ini menjadi bukti konkret bahwa Bontang siap menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi nasional.
“Kehadiran industri baru seperti ini akan memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus mendukung transformasi menuju pembangunan berkelanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (2/11/2025).
Menurutnya, dampak ekonomi dari proyek tersebut akan terasa langsung bagi masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, industri kimia baru ini akan memperluas peluang usaha pendukung serta meningkatkan kontribusi sektor nonmigas terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi Bontang tanpa migas kini mencapai 9,8 persen, dan proyek ini akan semakin memperkuat capaian tersebut,” katanya.
Ia bilang, pemerintah kota akan memastikan dukungan penuh dari sisi infrastruktur, perizinan, hingga penyiapan tenaga kerja lokal. Ia menyebut, sinergi dengan dunia pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan SDM industri kimia modern.
“Pemerintah akan mengawal agar keberadaan industri baru ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal. Fokus kami adalah pada kesiapan tenaga kerja dan kemitraan dengan pelaku UMKM agar rantai ekonomi bisa tumbuh bersama,” ungkapnya.
Pabrik Soda Ash ini juga memiliki arti strategis secara nasional. Selama ini Indonesia masih bergantung pada impor Soda Ash sekitar 1 juta ton per tahun. Dengan beroperasinya pabrik di Bontang, kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi secara mandiri sekaligus menghasilkan produk turunan seperti ammonium chloride yang bernilai ekonomi tinggi.
Proyek yang ditargetkan beroperasi penuh pada Maret 2028 tersebut menjadi simbol transformasi industri nasional menuju efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan. Bontang kini diposisikan bukan hanya sebagai kota industri pupuk, tetapi juga sebagai simpul penting dalam rantai pasok industri kimia nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. (Adv)













