DIGTALPOS.com, Bontang – Suasana semarak Creative Night Market (CNM) di Kota Bontang tak hanya menjadi ajang hiburan dan perputaran ekonomi, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat. Dalam kunjungannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaku UMKM dengan memborong produk kreatif bernilai edukatif.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah lapak milik Wella, pelaku UMKM yang menghadirkan boneka karakter edukatif untuk anak-anak. Produk tersebut dirancang tidak sekadar sebagai mainan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mendorong anak untuk lebih aktif, kreatif, dan mengurangi ketergantungan pada gadget.
Menurut Neni, inovasi yang dilakukan Wella menjadi contoh konkret bagaimana UMKM mampu menghadirkan nilai lebih di tengah persaingan pasar. Ia menilai, produk yang menggabungkan unsur ekonomi dan edukasi seperti ini sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak di era digital.
“Ini yang kita dorong, bagaimana pelaku UMKM tidak hanya berjualan, tetapi juga membawa nilai edukasi. Anak-anak bisa lebih kreatif, tidak terus-menerus bermain handphone,” ujar Neni saat meninjau lokasi.
Tak sekadar memberikan apresiasi, Neni juga langsung memborong dagangan tersebut. Produk-produk itu kemudian dibagikan sebagai hadiah kuis kepada anak-anak yang hadir, menciptakan suasana interaktif sekaligus menyenangkan di tengah gelaran pasar malam tersebut.
Langkah ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap produk lokal sekaligus bentuk stimulus bagi pelaku usaha kecil agar terus berinovasi. Neni menegaskan, keberpihakan pada UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Ia juga mengapresiasi proses produksi yang dilakukan Wella secara mandiri, mulai dari tahap desain hingga pencetakan. Hal ini dinilai sebagai bukti bahwa pelaku UMKM di Bontang memiliki potensi besar untuk berkembang jika terus didorong dengan ekosistem yang tepat.
Lebih jauh, Neni memastikan bahwa Creative Night Market akan terus digelar secara rutin dan diperluas ke berbagai titik di Kota Bontang. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan dampak ekonomi serta membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
“Event seperti ini akan kita sebar secara bergiliran di berbagai wilayah, supaya dampak ekonominya bisa dirasakan lebih merata dan UMKM kita semakin berkembang,” tegasnya.
Di tengah tekanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat kebijakan pemerintah pusat, Pemkot Bontang tetap berupaya menghadirkan berbagai terobosan. Salah satunya dengan memperbanyak kegiatan berbasis ekonomi kreatif seperti CNM yang dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Ini sudah ketiga kalinya Creative Night Market kita laksanakan. Ke depan akan terus kita tingkatkan, baik dari sisi konsep maupun partisipasi pelaku UMKM,” tambahnya.
Sementara itu, Wella mengaku tak menyangka produknya mendapat perhatian langsung dari Wali Kota. Ia merasa bangga sekaligus termotivasi untuk terus mengembangkan produk edukatif yang bermanfaat bagi anak-anak.
“Rasanya senang sekali. Semoga ke depan produk seperti ini bisa semakin berkembang dan membantu anak-anak mengurangi kebiasaan bermain gadget,” ujarnya penuh harap.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku UMKM, Creative Night Market tidak hanya menjadi wadah transaksi ekonomi, tetapi juga sarana membangun kesadaran akan pentingnya kreativitas dan edukasi, khususnya bagi generasi muda di Kota Bontang. (Adv)













