DIGITALPOS.com – Suasana liburan di Pantai Sundak, wilayah Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, mendadak berubah mencekam pada Minggu siang (26/04/2026). Dua wisatawan yang tengah bermain air dilaporkan terseret ombak ganas sekitar pukul 12.30 WIB. Berkat kesigapan petugas, keduanya berhasil diselamatkan dan kini tengah menjalani perawatan medis.
Peristiwa bermula saat kedua korban bersama rombongan keluarga menikmati waktu di tepi pantai. Meski terlihat tenang, kondisi gelombang laut selatan saat itu sebenarnya sedang meningkat. Petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron sebelumnya telah berulang kali mengingatkan wisatawan agar tidak bermain air terlalu ke tengah.
Namun, diduga karena kurangnya kewaspadaan, kedua korban justru bergerak melewati batas aman. Ketika ombak besar datang, mereka tak mampu menghindar dan langsung tergulung arus kuat yang menyeret ke area berbahaya, yakni rip current atau arus balik laut.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono, menjelaskan bahwa situasi saat itu berlangsung cepat dan menegangkan. “Korban diduga terlalu ke tengah. Saat ombak besar datang, keduanya terseret dan masuk ke arus rip current,” ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, petugas yang berjaga di sekitar lokasi langsung bergerak cepat. Tanpa menunggu lama, tim rescue melakukan upaya penyelamatan dengan berenang menuju titik korban, sekaligus menurunkan perahu untuk mempercepat evakuasi.
Aksi heroik itu membuahkan hasil. Kedua korban berhasil dijangkau dan diangkat ke atas perahu sebelum akhirnya dibawa menuju daratan melalui Pantai Ngandong yang dinilai lebih aman untuk proses evakuasi.
“Kami langsung mengevakuasi korban ke perahu, kemudian dibawa ke darat melalui Pantai Ngandong,” jelas Marjono.
Korban diketahui bernama Siti Adesawiyah (48) dan Adka Kaisar Warahman (8), warga Kapanewon Semin. Keduanya merupakan bagian dari satu rombongan wisata keluarga yang tengah berlibur menikmati keindahan pantai selatan Gunungkidul.
Setelah berhasil diselamatkan, kondisi korban dilaporkan dalam keadaan syok dan lemas. Diduga keduanya sempat menelan cukup banyak air laut saat tergulung ombak, sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Petugas pun segera merujuk keduanya ke rumah sakit menggunakan ambulans guna mendapatkan perawatan intensif. Hingga saat ini, kondisi korban masih dalam pemantauan tim medis.
Dalam proses penyelamatan tersebut, sebanyak 12 personel Satlinmas Rescue diterjunkan untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan cepat. Keberhasilan penyelamatan ini menjadi bukti kesiapsiagaan tim dalam menghadapi situasi darurat di kawasan wisata pantai.
Marjono kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi para wisatawan, khususnya yang berkunjung ke pantai selatan yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus kuat.
“Kami tidak pernah bosan mengingatkan bahwa keselamatan adalah yang utama. Wisatawan diharapkan mematuhi arahan petugas dan tidak bermain air terlalu ke tengah, terutama saat gelombang tinggi,” tegasnya.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keindahan alam pantai selatan tetap menyimpan potensi bahaya. Kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan menjadi kunci utama agar liburan tetap aman dan menyenangkan. (*)













