DIGITALPOS.com, Bontang – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Lamin Kodim 0908 saat keluarga besar Perkumpulan Sukowati Sragen Bontang (PSSB) menggelar kegiatan halal bihalal yang dirangkai dengan bakti sosial, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wujud kepedulian sosial warga perantauan asal Sragen yang bermukim di Kota Bontang. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi PSSB dalam menjaga nilai-nilai budaya dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Wawali Agus Haris juga menekankan bahwa Kota Bontang merupakan gambaran kecil Indonesia, di mana berbagai suku, adat, dan budaya hidup berdampingan secara harmonis. Menurutnya, keberagaman bukanlah sesuatu yang memecah belah, melainkan kekuatan besar yang harus dijaga bersama.
“Bontang ini adalah miniatur Indonesia. Kita semua datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun kota ini menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia mengibaratkan keberagaman seperti anyaman tikar. Setiap helai memiliki warna dan bentuk berbeda, namun ketika dirajut dengan kuat, akan menjadi sesuatu yang kokoh dan bermanfaat.
“Perbedaan itu indah jika dirawat. Seperti anyaman tikar, semakin beragam warnanya, semakin kuat dan bernilai hasilnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus Haris mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, masyarakat dihadapkan pada tantangan baru yang berpotensi menggerus nilai-nilai sosial.
Menurutnya, kemudahan teknologi tidak boleh mengurangi intensitas interaksi sosial secara langsung. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga tradisi silaturahmi dan budaya gotong royong.
“Jangan sampai kita lebih akrab dengan gawai daripada dengan tetangga sendiri. Teknologi itu penting, tetapi nilai kebersamaan jauh lebih penting untuk dijaga,” pesannya.
Ia juga berharap PSSB dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial di Kota Bontang. Peran organisasi kedaerahan, menurutnya, sangat strategis dalam memperkuat persatuan sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Jadilah perekat persaudaraan, penjaga budaya, dan mitra pemerintah. Dengan semangat gotong royong, kita bisa menghadapi berbagai tantangan zaman,” tegasnya.
Agus Haris menutup sambutannya dengan menekankan bahwa kemajuan Bontang tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik atau besarnya anggaran, tetapi juga oleh kuatnya solidaritas masyarakat.
“Bontang dibangun oleh kebersamaan. Kota ini akan tetap kuat karena kita mampu merawat perbedaan, dan akan terus maju karena solidaritas warganya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PSSB, Suparno, menyampaikan harapannya agar warga asal Sragen yang tinggal di Bontang terus menjaga kekompakan dan kebersamaan, serta aktif mendukung program-program pemerintah daerah.
Hal senada juga disampaikan perwakilan Ikapakarti Bontang, Suyono. Ia mengapresiasi PSSB yang selama sembilan tahun terakhir dinilai konsisten menjaga nilai guyub rukun di tengah masyarakat.
“Ini bukti bahwa kebersamaan itu tetap terjaga. Kita bisa hidup rukun, solid, dan memberi kontribusi positif bagi Kota Bontang,” ujarnya.
Kegiatan halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antarwarga, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan lintas budaya, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan di Kota Bontang. (Adv)













