DIGTALPOS.com, Bontang – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Bontang kian menunjukkan progres positif. Rencana pembangunan gudang milik Bulog yang selama ini dinantikan, kini tinggal selangkah lagi menuju tahap realisasi. Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang memastikan bahwa proses saat ini hanya menyisakan penyelesaian sertifikat lahan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Syawaluddin, mengungkapkan bahwa tahapan administrasi tengah berlangsung, dengan fokus pada penetapan batas-batas lahan sebagai bagian dari proses sertifikasi.
“Sekarang masih proses sertifikat. Informasi terakhir, kemarin masih pengukuran untuk batas-batas lahan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, legalitas lahan menjadi kunci utama sebelum proyek dapat berlanjut ke tahap pembangunan fisik. Ia menegaskan, pihak Bulog telah menunjukkan komitmen kuat untuk segera merealisasikan proyek tersebut begitu sertifikat resmi diterbitkan.
“Ini tinggal sertifikat saja. Komitmen Bulog, kalau sertifikat sudah ada, langsung dilakukan lelang fisik,” jelasnya.
Syawaluddin juga memaparkan bahwa secara teknis, pembangunan gudang tersebut sejatinya sudah siap sejak tahun lalu. Dokumen perencanaan, termasuk gambar teknis dan detail konstruksi, telah rampung bahkan sempat memasuki tahap lelang sebelumnya.
“Perencanaannya sudah jadi sejak tahun kemarin, bahkan sudah sempat proses lelang juga. Jadi secara teknis sudah siap, tinggal menunggu sertifikat,” terangnya.
Kehadiran gudang Bulog di Bontang diyakini akan membawa dampak signifikan terhadap sistem distribusi dan stabilitas pasokan pangan di daerah. Selama ini, Bontang masih bergantung pada distribusi logistik dari daerah lain seperti Samarinda dan Balikpapan, yang tentu menambah biaya transportasi dan waktu pengiriman.
“Kalau gudang sudah ada, kita tidak perlu lagi mengambil dari Samarinda. Selama ini kan ada biaya tambahan untuk transportasi,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar efisiensi, keberadaan gudang ini juga akan mempercepat respons pemerintah dalam situasi darurat atau saat pelaksanaan program bantuan pangan bagi masyarakat. Distribusi yang sebelumnya harus melalui beberapa titik transit, nantinya bisa dilakukan lebih cepat dan langsung dari dalam kota.
“Misalnya ada kebijakan untuk masyarakat miskin, kita bisa langsung ambil dari gudang yang dekat, tidak perlu transit lagi seperti sekarang,” tambahnya.
Pembangunan gudang Bulog ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat cadangan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Dengan infrastruktur yang memadai, Bontang diharapkan mampu lebih mandiri dalam mengelola kebutuhan pangannya.
“Harapannya tentu mempermudah distribusi dan menjaga ketersediaan pangan agar tetap stabil,” tutup Syawaluddin. (Adv)













