DIGTALPOS.com, Bontang – Upaya memperkuat program Jumat Bersih di Kota Bontang terus didorong agar tidak hanya menjadi rutinitas mingguan tanpa dampak signifikan. Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, mengajak seluruh elemen, termasuk sektor swasta, untuk terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Heri, selama ini pelaksanaan kegiatan bersih-bersih masih cenderung didominasi oleh pemerintah dan masyarakat. Padahal, jika ingin hasil yang lebih maksimal dan berkelanjutan, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terstruktur.
Ia menilai pendekatan berbasis partisipasi bersama menjadi kunci utama agar program Jumat Bersih tidak berjalan secara parsial atau sekadar simbolis. Dengan melibatkan lebih banyak pihak, terutama perusahaan, cakupan kegiatan bisa diperluas dan dampaknya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kalau hanya mengandalkan pemerintah dan masyarakat, tentu ada keterbatasan. Di sinilah pentingnya peran sektor swasta untuk ikut ambil bagian,” ujar Heri, Senin (4/5/2026).
Heri menjelaskan, perusahaan memiliki potensi besar dalam mendukung program kebersihan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas. Namun, ia juga memahami bahwa keterlibatan langsung perusahaan dalam kegiatan rutin setiap pekan tidak selalu memungkinkan.

Sebagai solusi, ia mendorong skema kontribusi yang lebih fleksibel. Misalnya, perusahaan dapat berperan melalui penyediaan sarana dan prasarana penunjang seperti tempat sampah, armada pengangkut, hingga alat kebersihan.
“Perusahaan bisa ambil peran melalui dukungan fasilitas. Ini bentuk kontribusi nyata tanpa harus terlibat langsung di lapangan setiap waktu,” jelas politisi dari Partai Gerindra tersebut.
Lebih jauh, Heri mengaitkan pentingnya program kebersihan dengan agenda nasional yang tengah menjadi perhatian pemerintah pusat, terutama dalam hal pengelolaan lingkungan hidup. Ia menegaskan, kondisi kebersihan daerah menjadi salah satu indikator kesiapan daerah dalam mendukung kebijakan nasional.
Tak hanya itu, Heri juga menyoroti pentingnya sistem pelaporan dari masyarakat. Ia mendorong warga untuk aktif melaporkan kondisi lingkungan yang tidak terawat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Respons cepat dari pemerintah pun dinilai akan lebih efektif jika didukung data dan laporan langsung dari warga.
“Jangan sampai persoalan seperti ini justru sampai dilaporkan ke pusat. Ini tentu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, perusahaan, maupun masyarakat,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini keluhan masyarakat terkait persoalan kebersihan masih cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan selama ini masih perlu diperkuat, baik dari sisi koordinasi maupun implementasi di lapangan.
Sebab itu, Heri menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara seluruh pihak. Kolaborasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak agar persoalan kebersihan dapat ditangani secara menyeluruh dan berkesinambungan.
“Harapan kami, perusahaan dan pemerintah bisa berjalan beriringan dalam menjawab keluhan masyarakat, khususnya terkait kebersihan lingkungan. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Adv)













