DIGTALPOS.com, Bontang – Upaya memperkuat kualitas pendidikan di Kota Bontang terus didorong dari berbagai lini. Kali ini, Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung kebutuhan mahasiswa, khususnya mereka yang tinggal di asrama.
Menurut Saeful, dunia usaha memiliki posisi strategis dalam membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Ia menilai, kontribusi perusahaan tidak harus selalu dalam bentuk bantuan finansial, tetapi juga bisa melalui penyediaan barang-barang layak pakai yang masih memiliki nilai guna tinggi.
“Perusahaan bisa berkontribusi dengan menyumbangkan barang-barang layak pakai, seperti tempat tidur, meja belajar, lemari, hingga perlengkapan penunjang lainnya yang dapat dimanfaatkan mahasiswa di asrama,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Politikus PKS ini menegaskan, masih banyak mahasiswa yang menghadapi keterbatasan fasilitas, terutama mereka yang merantau dan tinggal di asrama. Kondisi tersebut, jika tidak mendapat perhatian, dikhawatirkan dapat memengaruhi kenyamanan dan fokus belajar mahasiswa.

Saeful juga secara khusus menyoroti peran perusahaan besar seperti PT Badak NGL yang dinilai memiliki kapasitas lebih dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Ia berharap, perusahaan tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya dalam memberikan kontribusi nyata di sektor pendidikan.
“Perusahaan besar tentu memiliki kemampuan lebih. Kami berharap program CSR bisa diarahkan untuk membantu kebutuhan dasar mahasiswa, sehingga mereka bisa belajar dengan lebih nyaman dan optimal,” jelasnya.
Lebih jauh, Saeful menilai bahwa dukungan terhadap mahasiswa bukan hanya soal bantuan jangka pendek, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah. Dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan prestasi akademik dan pada akhirnya berkontribusi bagi kemajuan Bontang.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pihak swasta dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi yang terbangun dengan baik akan mampu menjawab berbagai tantangan di sektor pendidikan, termasuk pemerataan fasilitas bagi mahasiswa.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, kebutuhan mahasiswa bisa terpenuhi secara lebih merata. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain itu, Saeful berharap program bantuan seperti ini tidak hanya bersifat insidental, melainkan dapat dilakukan secara rutin dan terstruktur. Konsistensi dinilai menjadi kunci agar manfaat yang dirasakan mahasiswa dapat berlangsung dalam jangka panjang.
“Kalau dilakukan secara berkelanjutan, dampaknya tentu akan lebih besar. Mahasiswa bisa lebih fokus belajar tanpa terbebani keterbatasan fasilitas yang ada,” sambungnya.
Di akhir pernyataannya, Saeful turut mengajak seluruh perusahaan di Bontang untuk bersama-sama mengambil bagian dalam upaya tersebut. Ia optimistis, dengan meningkatnya kepedulian dunia usaha, kualitas pendidikan di Bontang akan semakin baik dan mampu mencetak generasi muda yang unggul, mandiri, serta siap bersaing di masa depan. (Adv)













