DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur yang bukan hanya bermanfaat bagi mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata lokal. Salah satu proyek strategis yang kini menjadi perhatian utama adalah pembangunan Jembatan Permanen Guntung dengan anggaran mencapai Rp7 miliar, yang dijadwalkan terealisasi pada tahun 2026 mendatang.
Proyek ini menjadi langkah nyata Pemkot dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, terutama di kawasan pesisir yang memiliki potensi wisata besar seperti Kelurahan Guntung.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat menghadiri kegiatan “Wonderful Guntung, Sinergi Pokdarwis untuk Wisata Berkelanjutan”, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan hasil dari aspirasi langsung masyarakat yang telah lama menginginkan akses lebih layak dan aman.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi langkah nyata untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus memperkuat akses wisata yang selama ini menjadi daya tarik utama Guntung,” ujar Agus Haris, Sabtu (1/11/2025).
Kata dia, jembatan yang akan dibangun itu nantinya menjadi penghubung vital antara kawasan wisata budaya Guntung dengan wilayah lain di Kota Bontang. Dengan adanya akses transportasi yang lebih efisien, diharapkan arus kunjungan wisatawan meningkat, begitu pula dengan distribusi produk-produk UMKM lokal yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
“Jembatan ini akan menjadi urat nadi ekonomi baru di Guntung. Kita ingin seluruh warga dapat merasakan dampak pembangunan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” tegasnya.
Selain proyek jembatan, Pemkot Bontang juga menyiapkan berbagai program penunjang untuk mengoptimalkan potensi wisata Guntung, di antaranya pemasangan penerangan jalan umum, penataan area parkir yang lebih representatif, serta peningkatan fasilitas umum di sekitar Rumah Adat Kutai. Semua langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan Guntung sebagai destinasi wisata unggulan berbasis budaya dan kearifan lokal.
Pemkot menilai bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting dalam transformasi ekonomi daerah. Dengan terwujudnya konektivitas yang lebih baik, aktivitas masyarakat dan pelaku usaha akan semakin meningkat, membuka peluang kerja baru, dan memperluas perputaran ekonomi di kawasan pesisir.
“Pemerintah tidak ingin ada wilayah yang tertinggal. Pembangunan jembatan Guntung ini menjadi bukti bahwa Pemkot hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari bawah,” tambah Agus Haris.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong, khususnya dalam menjaga serta merawat fasilitas umum yang telah dibangun oleh pemerintah.
“Mari bersama-sama kita rawat fasilitas ini agar manfaatnya bisa dirasakan hingga anak cucu kita nanti,” pungkasnya.
Pembangunan Jembatan Guntung tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik, tetapi juga simbol kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat Bontang. Dengan dukungan penuh warga, kawasan ini diyakini akan berkembang menjadi ikon baru pariwisata kota, yang memperkuat identitas Bontang sebagai kota maritim yang berdaya saing dan berbudaya. (Adv)













