DIGTALPOS.com, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan minat baca dan budaya literasi sejak usia dini. Melalui inovasi layanan Jelajah Literasi Anak (JELITA), kini anak-anak di Bontang bisa menikmati pengalaman belajar yang menyenangkan lewat bioskop mini edukasi di lingkungan perpustakaan.
Program kreatif ini menjadi salah satu upaya DPK Bontang untuk menghadirkan literasi dalam bentuk yang lebih interaktif, menghibur, dan mudah dicerna oleh generasi muda, terutama di tengah era digital yang semakin sarat dengan visual dan teknologi.
Yunita Triana, Pustakawan Ahli Pertama DPK Kota Bontang, menjelaskan bahwa bioskop edukasi ini dirancang bukan sekadar untuk hiburan, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran karakter dan nilai-nilai positif.
“Melalui JELITA, kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai ruang ramah anak—tempat mereka bisa tumbuh, belajar, dan berkreasi dengan cara yang menyenangkan,” ujar Yunita saat ditemui di ruang layanan perpustakaan, belum lama ini.
Film-film yang diputar di bioskop mini ini merupakan video edukatif dengan tema pendidikan karakter, moral, dan sosial, yang dikemas dalam bentuk animasi menarik agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Ceritanya ringan, visualnya berwarna, namun sarat makna.
“Biasanya kami memutar video pendidikan karakter yang dikemas dalam animasi. Jadi anak-anak bisa belajar sambil menikmati tontonan yang seru,” tambahnya.

Menariknya, layanan bioskop ini tidak hanya bisa dinikmati langsung di ruang perpustakaan. DPK juga memberikan kesempatan bagi sekolah-sekolah di Bontang untuk menayangkan film tersebut secara mandiri di lingkungan mereka masing-masing.
“Kalau sekolah ingin menayangkan di tempat mereka, kami bantu dengan menyediakan file dalam bentuk flashdisk atau tautan link. Jadi aksesnya fleksibel,” jelas Yunita.
Bioskop mini yang berlokasi di gedung DPK Kota Bontang ini dilengkapi dengan 70 kursi penonton dan sistem audio-visual yang nyaman, menjadikannya destinasi edukatif yang banyak diminati oleh para pelajar dari berbagai jenjang mulai dari TK, PAUD, SD, hingga SMA.
Selain memutar film edukasi, ke depan DPK berencana menambah variasi konten seperti dongeng visual, dokumenter ringan, dan film literasi lokal yang mengangkat budaya serta kearifan daerah.
Program JELITA dengan bioskop edukasi ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan bukan lagi tempat yang kaku dan membosankan, melainkan bisa menjadi ruang belajar yang kreatif, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh generasi muda Bontang. (Adv)













