DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun sektor pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis komunitas, Pemkot menegaskan bahwa Guntung akan menjadi salah satu contoh nyata pengembangan wisata berkelanjutan di Kota Taman.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Wali Kota Agus Haris dalam kegiatan “Wonderful Guntung: Sinergi Pokdarwis untuk Wisata Berkelanjutan” di Rumah Adat Kutai, Sabtu (1/11/2025).
Dalam sambutannya, Agus Haris menilai bahwa konsep wisata berkelanjutan yang digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Benua Etam menjadi contoh kolaborasi ideal antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, budaya, serta memperkuat ekonomi lokal.
“Wisata bukan hanya tentang mendatangkan pengunjung, tapi juga memastikan budaya lokal dan lingkungan tetap terjaga. Kita ingin pariwisata tumbuh tanpa mengorbankan identitas dan keseimbangan alam,” ujarnya.
Menurutnya, Guntung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Bontang. Wilayah pesisir ini telah lebih dulu mencatat prestasi membanggakan saat masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021, membuktikan bahwa pesonanya diakui di tingkat nasional.
“Prestasi itu menunjukkan Guntung punya daya tarik kuat, terutama karena masyarakatnya mampu mengelola potensi budaya dan lingkungan dengan baik,” imbuhnya.
Agus Haris menegaskan, Pemkot Bontang ingin memastikan masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap pengembangan sektor pariwisata. Ia menilai, ketika masyarakat menjadi penggerak utama, dampak ekonomi yang dihasilkan akan lebih merata dan berkelanjutan.
“Pemkot ingin menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan pariwisata. Dengan demikian, hasilnya tidak hanya dinikmati oleh satu kelompok, tapi oleh seluruh warga,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Bontang melalui Gerakan Ekonomi Bontang (Greb) telah menyiapkan program pendampingan dan promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Setiap kegiatan wisata akan menjadi etalase produk lokal, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif khas Bontang.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk sinergi nyata antara sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, yang diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal.
Tidak berhenti di tingkat kota, Pemkot Bontang juga terus memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata unggulan. Salah satunya melalui skema bantuan keuangan daerah (Bankeu) yang mendukung penguatan infrastruktur dan promosi wisata berbasis masyarakat.
“Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha, kami yakin Bontang dapat menjadi kota wisata berkelanjutan yang tetap menjaga jati diri budayanya,” tutup Agus Haris optimistis.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Guntung kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan pesisir yang indah, tetapi juga sebagai simbol gerakan wisata berkelanjutan yang lahir dari kearifan lokal dan semangat gotong royong. (Adv)













