DIGTALPOS.com, Bontang – Wacana relokasi kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispora) Kota Bontang ke kawasan GOR Bontang Lestari mendapat dukungan dari Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. Menurutnya, langkah tersebut dinilai lebih relevan dengan tugas dan fungsi utama dinas yang berkaitan langsung dengan pembinaan olahraga serta pengembangan kegiatan kepemudaan.
Rustam menilai, keberadaan kantor Dispora yang berdekatan dengan pusat aktivitas olahraga akan memberikan banyak keuntungan, baik dari sisi koordinasi program maupun pengawasan terhadap fasilitas olahraga yang dimiliki pemerintah daerah.
“Kalau bicara fungsi, tentu aktivitas olahraga lebih tepat berada dekat fasilitas olahraga,” ujar Rustam, Selasa (26/5/2026).
Menurut politisi tersebut, selama ini berbagai program pembinaan atlet, pelaksanaan kompetisi, hingga kegiatan kepemudaan sebagian besar berpusat di fasilitas olahraga. Karena itu, keberadaan kantor Dispora di kawasan GOR Bontang Lestari akan mempermudah pengelolaan kegiatan serta mempercepat koordinasi antara aparatur pemerintah dan para pelaku olahraga.

Ia menjelaskan, kedekatan secara fisik dengan fasilitas olahraga dapat meningkatkan efektivitas kerja. Petugas maupun pejabat teknis dapat lebih mudah melakukan pemantauan kondisi sarana dan prasarana, sekaligus memastikan kebutuhan atlet dan organisasi olahraga dapat segera ditindaklanjuti.
Selain itu, keberadaan kantor Dispora di lingkungan GOR juga diyakini mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan berbagai komunitas olahraga yang aktif di Kota Bontang. Interaksi yang lebih intens dinilai penting untuk menyerap aspirasi serta memahami berbagai tantangan yang dihadapi atlet, pelatih, maupun organisasi olahraga.
“Jadi bukan hanya kantor administratif, tapi benar-benar dekat dengan pusat kegiatan,” katanya.
Rustam menambahkan, konsep tersebut juga dapat menciptakan ekosistem olahraga yang lebih terintegrasi. Seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pembinaan atlet, pengembangan olahraga prestasi, olahraga masyarakat, hingga kegiatan kepemudaan dapat terpusat dalam satu kawasan yang saling mendukung.
Dengan demikian, proses pengambilan keputusan maupun pelaksanaan program dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Keberadaan dinas di tengah-tengah aktivitas olahraga juga akan memudahkan pemerintah dalam mengevaluasi kebutuhan lapangan secara langsung tanpa harus menunggu laporan administratif semata.
Meski demikian, Rustam menegaskan bahwa relokasi kantor tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif terkait kesiapan infrastruktur, kebutuhan anggaran, serta dampaknya terhadap pelayanan publik.
Menurutnya, kajian yang matang diperlukan agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan olahraga dan kepemudaan di Kota Bontang.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan usulan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, atlet, pelatih, dan komunitas olahraga yang selama ini menjadi ujung tombak prestasi daerah.
“Harapannya tentu bagaimana olahraga Bontang semakin berkembang. Kalau fasilitas dan pengelolaan berada dalam satu kawasan yang terintegrasi, pembinaan bisa berjalan lebih optimal,” tutupnya. (Adv)













