DPMPTSP Bontang Intensifkan Pengawasan Pelaporan LKPM untuk Optimalisasi Investasi

DPMPTSP Bontang Intensifkan Pengawasan Pelaporan LKPM untuk Optimalisasi Investasi
DPMPTSP Bontang Intensifkan Pengawasan Pelaporan LKPM untuk Optimalisasi Investasi. (ist)

DIGTALPOS.com, Bontang, Kalimantan Timur – Demi mempercepat pencapaian target realisasi investasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mengambil langkah proaktif dengan mengintensifkan pengawasan terpadu terhadap pelaku usaha dalam Periode Pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Ketua Tim Penyelenggaraan Urusan Penanaman Modal, Karel, mengungkapkan bahwa timnya telah melaksanakan pengawasan terhadap sejumlah pelaku usaha yang menjadi objek pengawasan berdasarkan data dari aplikasi Online Single Submission Based Risk Approach (OSS BRA).

“Pengawasan penanaman modal ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha tentang kewajiban menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM),” ujar Karel pada Kamis (31/10/2024).

DPMPTSP Bontang Intensifkan Pengawasan Pelaporan LKPM untuk Optimalisasi Investasi
DPMPTSP Bontang Intensifkan Pengawasan Pelaporan LKPM untuk Optimalisasi Investasi. (ist)

Dengan pengawasan ini, diharapkan data investasi dan realisasi investasi di Kota Bontang dapat dilaporkan secara tertib dan akurat, sehingga aktivitas investasi bisa dipantau dengan baik.

Hasil inspeksi lapangan menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha yang belum menyampaikan LKPM karena tidak mengetahui kewajiban tersebut dan adanya sanksi jika tidak melaporkan. Selain itu, beberapa pelaku usaha belum familiar dengan aplikasi OSS dan ada juga yang memiliki lebih dari satu usaha, namun tidak semuanya beroperasi.

“Melalui pengawasan terpadu dan pembinaan langsung, kami berharap dapat memberikan dorongan positif bagi para pelaku usaha untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tambah Karel.

Kegiatan pengawasan ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam menciptakan lingkungan investasi yang kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Adv)

Penulis: LuftiEditor: Redaksi