Dorong Efisiensi dan Profesionalisme, Pansus DPRD Kaltim Usulkan UPTD Dispora Berubah Jadi BLUD

Dorong Efisiensi dan Profesionalisme, Pansus DPRD Kaltim Usulkan UPTD Dispora Berubah Jadi BLUD
Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj, Agus Suwandi. (Dok. Humas)

DIGTALPOS.com, Samarinda – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalimantan Timur, Agus Suwandi, mendorong perubahan status Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Usulan ini disampaikannya saat peninjauan lapangan bersama tim Pansus pada Kamis (24/4/2025).

Menurut Agus, transformasi menjadi BLUD sangat mendesak dilakukan demi meningkatkan efisiensi, kemandirian, dan profesionalisme dalam pengelolaan aset-aset milik daerah, terutama fasilitas olahraga yang telah direhabilitasi dengan anggaran besar.

“Pengelolaan berbasis BLUD akan membuat aset lebih produktif dan tidak terhambat oleh birokrasi yang lamban. Ini penting agar fasilitas olahraga yang telah diperbaiki benar-benar bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Agus juga menyinggung pengelolaan Convention Hall yang hingga kini masih berada di bawah Biro Umum. Ia menilai sistem pengelolaan yang terlalu birokratis justru menghambat pemanfaatan optimal dari gedung serbaguna tersebut.

“Gedung seperti Convention Hall harus bisa dimanfaatkan secara fleksibel dan cepat. Kalau tetap dikelola secara birokratis, justru jadi beban. Solusinya bisa melalui skema BLUD atau bahkan kerja sama dengan pihak ketiga yang kompeten,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus menyebut bahwa dengan sistem BLUD, UPTD Dispora bisa lebih leluasa dalam mengelola anggaran, melakukan inovasi layanan, hingga menjalin kemitraan strategis tanpa harus terbelenggu oleh proses administratif yang kaku.

Dorongan ini menjadi bagian dari upaya DPRD Kaltim dalam memastikan aset-aset publik, terutama yang berkaitan dengan kepemudaan dan olahraga, dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta tidak kembali terbengkalai setelah direhabilitasi. (Adv)

Penulis: NurEditor: Redaksi