DIGTALPOS.com, Tenggarong – Komitmen Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat kembali dibuktikan dengan penyerahan langsung bantuan berupa alat rebana/hadrah lengkap dengan kostum seragam kepada Majelis Taklim di Langgar Al-Madinah, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong.
Dalam kesempetana itu, Edi Damansyah menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap peran penting Majelis Taklim dalam pembinaan umat, khususnya kaum ibu. Ia berharap, bantuan rebana dan seragam ini bisa menjadi pemicu semangat untuk menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan keagamaan yang rutin dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin bantuan ini tidak hanya sebagai alat hiburan semata, tetapi menjadi penyemangat bagi ibu-ibu Majelis Taklim untuk terus aktif dalam kegiatan ibadah dan dakwah. Ini bagian dari upaya membangun kehidupan beragama yang harmonis dan berdampak luas,” ujar Edi Damansyah, belum lama ini.
Lebih lanjut, Edi menekankan bahwa Majelis Taklim juga berpotensi menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif berbasis keagamaan. Oleh karena itu, Pemkab Kukar terus mendorong agar kelompok-kelompok seperti ini tidak hanya fokus pada pengajian, tetapi juga aktif mengikuti pelatihan keterampilan seperti tata boga, menjahit, hingga seni merias wajah.
“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Kukar, termasuk melalui pemberdayaan perempuan lewat kegiatan Majelis Taklim. Dengan pelatihan yang tepat, ibu-ibu bisa membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.
Program bantuan ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Kukar dalam mendorong penguatan komunitas berbasis keagamaan melalui Gerakan Masyarakat (Gema) yang terus digaungkan menjelang akhir masa jabatan Edi. Ia menegaskan bahwa rumah ibadah harus menjadi pusat keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, bukan hanya tempat beribadah, tapi juga tempat pemberdayaan.
“Kami ingin takmir masjid dan majelis taklim mengambil peran aktif dalam memanfaatkan program-program ini. Mari kita bersama-sama membangun komunitas yang religius, mandiri, dan produktif,” ujarnya.
Dengan dukungan nyata dari pemerintah, Majelis Taklim di Mangkurawang kini memiliki semangat baru untuk terus bergerak maju, tidak hanya sebagai pusat keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan sosial berbasis spiritualitas. (Adv)













