DIGTALPOS.com, Samarinda, Kalimantan Timur – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Jahidin, mengusulkan penambahan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru di Kalimantan Timur, sebagai solusi untuk mengatasi antrean panjang yang sering menyebabkan kemacetan lalu lintas. Usulan ini disampaikan Jahidin pada Senin (04/10/2024), merespons fenomena antrean panjang di berbagai SPBU di daerah Kaltim.
Menurut Jahidin, dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung Perusahaan Daerah (Perusda) dalam membuka lebih banyak SPBU di kota/kabupaten yang sering mengalami antrean parah. “Jika Perusahaan Daerah (Perusda) dapat membangun lebih banyak SPBU, distribusi BBM pasti akan lebih merata dan antrean bisa berkurang,” ujar Jahidin.
BBM bersubsidi menjadi kebutuhan utama masyarakat, terutama untuk sektor industri dan transportasi. Sebab itu, peningkatan jumlah SPBU sangat penting untuk memastikan kelancaran distribusi BBM. Jahidin menekankan agar pembangunan SPBU baru tidak ditempatkan di tengah kota. “Sebaiknya SPBU baru ditempatkan di pinggir kota untuk mengurangi kemacetan,” tambahnya.
Dengan adanya penambahan jumlah SPBU, politikus PKB itu optimis, antrean panjang saat mengisi BBM dapat terselesaikan. Ia mengajak semua pihak, baik dari pemerintah maupun swasta, untuk turut bekerja sama dan mendukung penyelesaian masalah tersebut.
“Penyelesaian antrean panjang di SPBU perlu melibatkan semua elemen pemerintahan. Kita butuh kebijakan yang tepat dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menangani masalah ini,” pungkas Jahidin.
Usulan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan pelayanan publik dan mengurangi hambatan yang dialami masyarakat dalam mendapatkan BBM bersubsidi. (adv)













