DIGTALPOS.com, Bontang – Potensi besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pelabuhan kembali menjadi sorotan serius Komisi C DPRD Kota Bontang. Hingga kini, peluang peningkatan pendapatan dari aktivitas di kawasan pelabuhan dinilai belum tergarap secara maksimal, padahal geliat ekonomi di dua pelabuhan utama terus menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Sem Nalpa Mario Guling, secara tegas mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk lebih proaktif dan inovatif dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Ia menilai, keberadaan dua pelabuhan aktif, yakni Pelabuhan Loktuan dan Pelabuhan Tanjung Laut, seharusnya bisa menjadi sumber pemasukan yang menjanjikan bagi daerah.
Menurut Sem, aktivitas perdagangan barang dan jasa di kawasan pelabuhan, khususnya di Pelabuhan Tanjung Laut, menunjukkan intensitas yang cukup tinggi dari hari ke hari. Kondisi ini dinilai sebagai peluang emas yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah daerah.
“Sekarang ini pelabuhan yang aktif di Bontang ada dua, yakni Loktuan dan Tanjung Laut. Aktivitasnya terus berjalan, bahkan cenderung meningkat. Ini harusnya bisa dimaksimalkan untuk mendongkrak PAD,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan, DPRD sebenarnya telah sejak lama mendorong upaya optimalisasi sektor pelabuhan. Namun, hingga saat ini, ia melihat belum ada langkah konkret yang signifikan dari pemerintah daerah dalam merealisasikan potensi tersebut.
Ia menilai, masih terdapat berbagai celah yang bisa dimanfaatkan, mulai dari pengelolaan fasilitas pendukung hingga skema kerja sama dengan pihak terkait. Kunci utamanya, kata dia, adalah kejelian pemerintah dalam membaca peluang yang ada.
“Masih banyak ruang yang bisa dimanfaatkan. Tinggal bagaimana pemerintah daerah lebih jeli dan serius melihat peluang ini. Jangan sampai potensi besar justru terlewatkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sem juga menekankan pentingnya strategi “jemput bola” dalam mengelola potensi PAD dari sektor pelabuhan. Ia meminta Dishub tidak hanya bersikap pasif menunggu peluang, tetapi aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengelola pelabuhan.
“Dishub harus berani masuk, berkoordinasi, bahkan kalau perlu menjalin kerja sama dengan pihak pengelola. Jangan hanya menunggu, tapi harus aktif mencari peluang,” tambahnya.
Menanggapi dorongan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Bontang, M Taupan Kurnia, mengakui bahwa pihaknya terus berupaya menjajaki berbagai kemungkinan untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Meski demikian, ia juga menyoroti adanya keterbatasan kewenangan dalam pengelolaan pelabuhan yang menjadi tantangan tersendiri.
Menurut Taupan, Dishub tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), guna mencari celah yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, khususnya pada sektor-sektor pendukung.
“Kami akan terus berupaya mencari peluang, termasuk berkoordinasi dengan KSOP. Salah satu potensi yang sedang kami lihat adalah pengelolaan parkir di kawasan Pelabuhan Tanjung Laut,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun ruang gerak pemerintah daerah terbatas pada aspek tertentu, namun peluang peningkatan PAD tetap terbuka selama ada sinergi dan kolaborasi yang baik antarinstansi.
Dengan dorongan dari DPRD dan komitmen dari Dishub, diharapkan pengelolaan potensi pelabuhan di Bontang ke depan dapat lebih optimal. Tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat peran pelabuhan sebagai penggerak utama roda perekonomian daerah. (Adv)













