DIGTALPOS.com, Bontang – Upaya meningkatkan keamanan di lingkungan pendidikan terus menjadi perhatian serius DPRD Kota Bontang. Salah satu yang kini disorot adalah optimalisasi pemanfaatan kamera pengawas (CCTV) yang telah dipasang di sejumlah sekolah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
DPRD menilai, program pemasangan CCTV merupakan langkah maju dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tertib. Namun, keberadaan perangkat tersebut tidak boleh berhenti pada tahap pengadaan semata, melainkan harus diiringi dengan sistem pemantauan yang efektif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Wakil Ketua DPRD Bontang, Sitti Yara, menegaskan bahwa CCTV memiliki peran penting sebagai alat kontrol yang mampu merekam setiap aktivitas di lingkungan sekolah secara objektif. Dengan teknologi ini, berbagai potensi pelanggaran, tindakan kekerasan, maupun kejadian yang tidak diinginkan dapat diantisipasi sejak dini.
“CCTV tidak bisa berbohong. Apa yang terjadi di lingkungan sekolah bisa terlihat jelas, dan ini sangat penting untuk menjaga keamanan serta kenyamanan anak-anak kita selama berada di sekolah,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Meski demikian, Sitti Yara mengingatkan bahwa efektivitas CCTV sangat bergantung pada sistem pengelolaannya. Ia menekankan perlunya kejelasan mekanisme pemantauan, mulai dari penunjukan petugas yang bertanggung jawab, jadwal monitoring rutin, hingga prosedur penanganan apabila ditemukan kejadian tertentu.
Menurutnya, tanpa pengelolaan yang baik, CCTV berpotensi hanya menjadi fasilitas pasif yang tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keamanan maupun kualitas pengawasan di lingkungan pendidikan.
“Jangan sampai hanya dipasang, tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal. Yang terpenting adalah bagaimana alat ini benar-benar digunakan untuk mencegah dan menindaklanjuti setiap kejadian,” tegasnya.
Lebih lanjut, DPRD juga mendorong adanya integrasi sistem pengawasan antara sekolah, dinas terkait, serta orang tua siswa. Dengan sistem yang terhubung dan transparan, pengawasan terhadap peserta didik dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, sekaligus meminimalisasi potensi kesalahpahaman antar pihak.
Sitti Yara menilai, keterlibatan orang tua tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Kehadiran CCTV memang dapat memberikan rasa tenang, namun tidak bisa menggantikan peran pengawasan langsung dari keluarga maupun tenaga pendidik.
Selain aspek teknis, DPRD Bontang juga menyoroti pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) terkait pengelolaan CCTV di sekolah. SOP tersebut dinilai penting untuk mengatur tata kelola pemantauan, pembatasan akses, hingga perlindungan data rekaman agar tidak disalahgunakan.
“Keamanan data juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai rekaman CCTV justru disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Ia berharap, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keamanan, tetapi juga mampu membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. Dengan pengawasan yang lebih transparan dan terukur, baik siswa maupun tenaga pendidik diharapkan dapat lebih bertanggung jawab dalam menjalankan aktivitasnya.
DPRD Bontang memastikan akan terus mendukung berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.
“Ini langkah yang baik dari Disdikbud, dan kami di DPRD tentu akan terus mendukung selama tujuannya untuk kebaikan anak-anak dan masa depan pendidikan di Kota Bontang,” pungkasnya. (Adv)













