DKP3 Bontang Dorong Revolusi Pertanian Terintegrasi untuk Ketahanan Pangan

DKP3 Bontang Dorong Revolusi Pertanian Terintegrasi untuk Ketahanan Pangan
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem. (Ra/Digtal)

DIGITALPOS.com, Bontang – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Bontang kini memasuki babak baru. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Bontang mulai meninggalkan pendekatan pertanian konvensional dan beralih ke konsep pertanian terintegrasi yang lebih inklusif, edukatif, dan berkelanjutan.

Program ini tidak sekadar berfokus pada hasil produksi, tetapi juga menyasar perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang pangan. Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menegaskan bahwa pendekatan baru ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan tujuan membangun kemandirian pangan dari level paling dasar.

“Pertanian tidak lagi hanya soal panen, tapi bagaimana membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Konsep pertanian terintegrasi ini dibagi ke dalam tiga segmen utama, yakni sekolah, rumah tangga, dan rumah ibadah. Ketiganya dirancang saling terhubung dan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membentuk sebuah ekosistem yang saling mendukung dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Di sektor pendidikan, DKP3 telah memulai langkah konkret dengan menetapkan tiga sekolah sebagai proyek percontohan. Program ini tidak hanya menghadirkan teori di dalam kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Para siswa diajak menanam, merawat, hingga memanen tanaman, sehingga mereka dapat merasakan secara langsung proses produksi pangan.

Tiga sekolah yang menjadi pilot project tersebut adalah SDN 009 Bontang Utara, SDN 005 Bontang Selatan, dan SDN 002 Bontang Barat. Ke depan, konsep ini direncanakan akan diperluas ke lebih banyak sekolah di seluruh wilayah Bontang.

Melalui pendekatan ini, DKP3 berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya pangan sehat dan mandiri. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu berperan sebagai produsen pangan dalam lingkup sederhana.

“Sekolah menjadi titik awal. Kita ingin anak-anak terbiasa dengan konsep ketahanan pangan sejak dini, sehingga ini menjadi bagian dari gaya hidup mereka ke depan,” jelas Ahmad Aznem.

Sementara itu, pada tingkat rumah tangga, masyarakat didorong untuk lebih aktif memanfaatkan lahan pekarangan. Mulai dari menanam sayuran hingga tanaman pangan sederhana, langkah kecil ini diyakini dapat memberikan dampak besar, terutama dalam mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar.

Tak hanya itu, keterlibatan rumah ibadah dalam program ini juga menjadi nilai tambah tersendiri. Selain sebagai pusat kegiatan spiritual, rumah ibadah diharapkan mampu menjadi contoh dan penggerak dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya ketahanan pangan berbasis komunitas.

Integrasi ketiga segmen ini diyakini mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya dari sisi ketersediaan pangan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ketersediaan bahan pangan di tingkat lokal dinilai dapat membantu menekan laju inflasi, terutama untuk komoditas kebutuhan pokok.

“Kalau semua segmen bergerak bersama, dampaknya akan langsung terasa, baik bagi ketahanan pangan maupun ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: RaeEditor: Redaksi
content-ciaa-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

post 138000906

post 138000907

post 138000908

post 138000909

post 138000910

post 138000911

post 138000912

post 138000913

post 138000914

post 138000915

cuaca 228000611

cuaca 228000612

cuaca 228000613

cuaca 228000614

cuaca 228000615

cuaca 228000616

cuaca 228000617

cuaca 228000618

cuaca 228000619

cuaca 228000620

cuaca 228000621

cuaca 228000622

cuaca 228000623

cuaca 228000624

cuaca 228000625

cuaca 228000626

cuaca 228000627

cuaca 228000628

cuaca 228000629

cuaca 228000630

cuaca 228000631

cuaca 228000632

cuaca 228000633

cuaca 228000634

cuaca 228000635

cuaca 228000636

cuaca 228000637

cuaca 228000638

cuaca 228000639

cuaca 228000640

cuaca 228000641

cuaca 228000642

cuaca 228000643

cuaca 228000644

cuaca 228000645

cuaca 228000646

cuaca 228000647

cuaca 228000648

cuaca 228000649

cuaca 228000650

cuaca 228000651

cuaca 228000652

cuaca 228000653

cuaca 228000654

cuaca 228000655

cuaca 228000656

cuaca 228000657

cuaca 228000658

cuaca 228000659

cuaca 228000660

cuaca 228000661

cuaca 228000662

cuaca 228000663

cuaca 228000664

cuaca 228000665

cuaca 228000666

cuaca 228000667

cuaca 228000668

cuaca 228000669

cuaca 228000670

post 238000581

post 238000582

post 238000583

post 238000584

post 238000585

post 238000586

post 238000587

post 238000588

post 238000589

post 238000590

info 328000541

info 328000542

info 328000543

info 328000544

info 328000545

info 328000546

info 328000547

info 328000548

info 328000549

info 328000550

info 328000551

info 328000552

info 328000553

info 328000554

info 328000555

info 328000556

info 328000557

info 328000558

info 328000559

info 328000560

info 328000561

info 328000562

info 328000563

info 328000564

info 328000565

info 328000566

info 328000567

info 328000568

info 328000569

info 328000570

berita 428011436

berita 428011437

berita 428011438

berita 428011439

berita 428011440

berita 428011441

berita 428011442

berita 428011443

berita 428011444

berita 428011445

berita 428011446

berita 428011447

berita 428011448

berita 428011449

berita 428011450

berita 428011451

berita 428011452

berita 428011453

berita 428011454

berita 428011455

berita 428011456

berita 428011457

berita 428011458

berita 428011459

berita 428011460

berita 428011461

berita 428011462

berita 428011463

berita 428011464

berita 428011465

berita 428011466

berita 428011467

berita 428011468

berita 428011469

berita 428011470

kajian 638000002

kajian 638000003

kajian 638000004

kajian 638000005

kajian 638000006

kajian 638000007

kajian 638000008

kajian 638000009

kajian 638000010

kajian 638000011

kajian 638000012

kajian 638000013

kajian 638000014

kajian 638000015

kajian 638000016

kajian 638000017

kajian 638000018

kajian 638000019

kajian 638000020

kajian 638000021

kajian 638000022

kajian 638000023

kajian 638000024

kajian 638000025

kajian 638000026

kajian 638000027

kajian 638000028

kajian 638000029

kajian 638000030

kajian 638000031

kajian 638000032

kajian 638000033

kajian 638000034

kajian 638000035

kajian 638000036

kajian 638000037

kajian 638000038

kajian 638000039

kajian 638000040

kajian 638000041

kajian 638000042

kajian 638000043

kajian 638000044

kajian 638000045

article 788000001

article 788000002

article 788000003

article 788000004

article 788000005

article 788000006

article 788000007

article 788000008

article 788000009

article 788000010

article 788000011

article 788000012

article 788000013

article 788000014

article 788000015

article 788000021

article 788000022

article 788000023

article 788000024

article 788000025

article 788000031

article 788000032

article 788000033

article 788000034

article 788000035

article 788000036

article 788000037

article 788000038

article 788000039

article 788000040

article 788000041

article 788000042

article 788000043

article 788000044

article 788000045

content-ciaa-1701
footer