DIGTALPOS.com, Bontang – Upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan kini mulai menyasar bangku sekolah dasar. Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terus memperluas jangkauan edukasi melalui program Smart Tani Go To School, yang kali ini menyambangi SDN 002 Bontang Barat, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial. DKP3 hadir membawa misi besar, yakni membentuk kebiasaan bertani sejak dini di kalangan pelajar. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Bessai Berinta di sektor pendidikan, yang menekankan kolaborasi lintas bidang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, DKP3 memberikan bantuan nyata berupa 100 polybag tanaman kangkung lengkap dengan media tanam hingga masa panen. Tak hanya itu, pihaknya juga merencanakan penyaluran bibit cabai sebagai lanjutan program, menyesuaikan dengan ketersediaan.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menegaskan bahwa pendekatan praktik langsung menjadi kunci dalam program ini. Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan pada proses produksi pangan secara sederhana agar tumbuh pemahaman yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Melalui Smart Tani Go To School, kami ingin membiasakan anak-anak untuk menanam dan memahami pentingnya pangan. Ini bukan hanya soal bertani, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah dipilih sebagai titik intervensi karena memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda. Dengan mengintegrasikan edukasi pertanian ke dalam lingkungan sekolah, nilai-nilai kemandirian dan kepedulian terhadap pangan diharapkan dapat tertanam sejak dini.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya DKP3 dalam memperluas dampak pertanian terintegrasi yang selama ini tidak hanya menyasar kelompok tani, tetapi juga masyarakat umum hingga dunia pendidikan. Model seperti ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di Kota Bontang.
Di sisi lain, Kepala SDN 002 Bontang Barat, Suhartini, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dukungan dari DKP3 sangat membantu pihak sekolah, terutama dalam mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Lahan kami sebenarnya cukup luas, namun untuk pengadaan bibit dan sarana pendukung masih terbatas. Bantuan dari DKP3 ini sangat berarti bagi kami, dan tentu kami sangat mendukung program ini,” tuturnya.
Suhartini juga berharap program ini tidak berhenti pada tahap awal, melainkan terus berlanjut dan berkembang ke depannya. Ia membuka peluang kerja sama lanjutan agar kegiatan serupa dapat menjadi bagian dari aktivitas rutin sekolah.
“Harapan kami ada keberlanjutan. Program ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi siswa dalam pembelajaran, tetapi juga bagi sekolah secara keseluruhan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menilai kegiatan bertani ini sejalan dengan kurikulum berbasis lingkungan yang tengah diterapkan di sekolah. Bahkan, hasil panen dari program tersebut berpotensi dikembangkan menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi siswa, seperti pengelolaan hasil tani sederhana.
Dengan langkah nyata yang dilakukan DKP3 Bontang, program Smart Tani Go To School diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam membangun kesadaran pangan sejak usia dini. Lebih dari itu, program ini diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya memahami pentingnya pangan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan di masa depan. (Adv)













