DIGTALPOS.com, Bontang – Sebanyak 10 perpustakaan di Kota Bontang mendapat sertifikat akreditasi dari Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang difasilitasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur.
Penyerahan sertifikat tersebut, diserahkan langsung oleh Kepala DPK Provinsi Kalimantan Timur M Syafranuddin, di Gedung DPK Bontang, Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan, Kamis (21/7/2022).
Dari 10 perpustakaan tersebut, 9 diantaranya merupkan perpustakaan sekolah, sedangkan sisanya berasal dari perpustakaan kelurahan.
Berikut daftar perpustakaan yang memperoleh sertifikat akrreditasi :
- Perpustakaan SD Negeri 001 Bontang Selatan, Akreditasi A.
- Perpustakaan “Lentera Alam” SD Alam Baiturrahman Bontang, Akreditasi A.
- Perpustakaan “Cakrawala Ilmu” SD IT Yabis Bontang, Akreditasi A.
- Perpustakaan “Lentera Pustaka” SD Negeri 003 Bontang Utara, Akreditasi A.
- Perpustakaan “Juara” SD Negeri 001 Bontang Utara, Akreditasi A.
- Perpustakaan “Kusuma” SD Negeri 004 Bontang Utara, Akreditasi B.
- Perpustakaan “Cerdas” SD Negeri 005 Bontang Selatan, Akreditasi B.
- Perpustakaan SD Negeri 006 Bontang Utara, Akreditasi A.
- Perpustakaan “Kharisma” SMA Negeri 3 Bontang, Akreditasi B.
- Perpustakaan Umum “Pubertas” Kelurahan Berbas Pantai, Akreditasi A.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti mengungkapkan keberadaan perpustakaan memiliki peran penting dalam membantu mencerdasakan kehidupan bangsa, sebab itu perpustakaan harus memberikan pelayanan prima kepada pemustaka, dengan berpedoman pada Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Dan penerapan SNP dilakukan melalui kegiatan akreditasi perpustakaan.
“Melalui akreditasi ini, perpustakaan tersebut dianggap sudah layak dan memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengelolaan perpustakaan,” jelasnya.
Untuk memperoleh akreditasi, lanjut dia, setiap perpustakaan harus memenuhi 6 komponen, yaitu standar koleksi, standar pelayanan, standar sarana dan prasarana, standar tenaga, standar penyelenggaraan dan standar pengelolaan perpustakaan.
“Semoga akreditasi ini dapat meningkatkan kualitas serta citra lembaga, juga memotivasi pengelola perpustakaan untuk dapat membangun perpustakaan lebih baik dan profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah yang hadir dalam acara tersebut mengaku senang sekaligus mengapresiasi DPK Bontang yang telah melakukan pendampingan kepada 16 perpustakaan demi meningkatkan literasi masyarakat Kota Taman (sebutan Bontang).
Menurutnya, menjadi cerdas tidak hanya diperoleh dari pendidikan formal saja, melainkan juga dari perpustakaan, yang berperan sebagai wahana pendidikan non formal. Oleh karena itu, ia mendorong dalam pengelolaannya, perpustakaan harus sesuai dengan standar SNP.
“Semoga akreditasi ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat /pemustaka terhadap kinerja perpustakaan, serta membawa perubahan dan kemajuan bagi perpustakaan di Kota Bontang,” tandasnya. (adv)













