DIGTALPOS.com, Samarinda – Akses internet yang merata kini menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar. Menyadari urgensi tersebut, Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi, menyatakan dukungannya terhadap program Wifi gratis yang dirancang untuk menjangkau seluruh desa di Kaltim.
Menurut Subandi, inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan keadilan teknologi dan pemerataan akses informasi di seluruh pelosok daerah. Ia menilai, program ini sangat penting untuk mempercepat proses digitalisasi, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan terpencil yang selama ini masih kesulitan menjangkau jaringan internet.
“Wifi gratis ini sangat diperlukan. Tidak bisa kita kesampingkan. Ini sudah menjadi kebutuhan dasar. Digitalisasi harus menjangkau pelosok-pelosok, masyarakat paling bawah, hingga daerah terdalam,” tegasnya saat diwawancarai pada Minggu (27/4/2025).
Subandi menekankan bahwa di era modern seperti saat ini, internet bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan pokok yang menunjang berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga layanan publik.
“Semua masyarakat harus menikmati era modernisasi teknologi. Dengan Wifi gratis, anak-anak di desa bisa belajar dengan lebih baik, pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya, dan masyarakat akan lebih mudah terhubung dengan dunia luar,” tambahnya.
Subandi berharap agar program ini tidak hanya menjadi wacana, melainkan bisa segera direalisasikan secara merata dengan dukungan penuh dari seluruh elemen—baik pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Selain itu, Subandi juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak disalahgunakan.
“Ini bukan sekadar soal menyediakan internet, tapi soal membuka masa depan dan mempercepat kemajuan daerah. Jangan sampai desa-desa kita tertinggal dalam arus perkembangan teknologi,” pungkasnya.
Dengan dorongan penuh dari wakil rakyat seperti Subandi, diharapkan program Wifi gratis ini bisa menjadi terobosan nyata dalam membangun Kalimantan Timur yang lebih terhubung, inklusif, dan maju secara digital. (Adv)













