DIGTALPOS.com – Bagi sebagian besar masyarakat, secangkir kopi di pagi hari sudah menjadi ritual yang sulit dilewatkan. Aroma khas dan kandungan kafeinnya dipercaya mampu mengusir rasa kantuk, meningkatkan fokus, hingga membangkitkan semangat sebelum memulai aktivitas.
Namun, di balik kenikmatan tersebut, tidak sedikit orang yang justru mengalami keluhan pada sistem pencernaan sesaat setelah menyeruput kopi. Mulai dari perut terasa mulas, kram, perih di ulu hati, hingga keinginan mendadak untuk buang air besar.
Fenomena ini sering kali membuat banyak orang bertanya-tanya. Bagaimana mungkin secangkir kopi bisa memengaruhi saluran pencernaan hanya dalam hitungan menit?
Ternyata, kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan. Para ahli menjelaskan bahwa kopi memang memiliki sejumlah senyawa yang dapat memengaruhi lambung dan usus dengan cara yang berbeda pada setiap orang.
Berikut beberapa penyebab mengapa perut bisa terasa sakit atau mulas setelah minum kopi.
1. Kopi Merangsang Gerakan Usus Lebih Cepat
Salah satu penyebab paling umum adalah karena kopi dapat merangsang pelepasan hormon gastrin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses pencernaan.
Menariknya, bukan hanya kopi berkafein, kopi tanpa kafein (decaf) pun diketahui tetap mampu meningkatkan produksi hormon ini.
Dikutip dari Northwestern Medicine, gastrin berfungsi merangsang kontraksi otot-otot di saluran pencernaan sehingga makanan maupun sisa pencernaan bergerak lebih cepat menuju usus besar.
Akibatnya, sebagian orang langsung merasakan dorongan kuat untuk buang air besar hanya beberapa menit setelah minum kopi. Pada kondisi tertentu, kontraksi usus yang meningkat ini juga dapat menyebabkan rasa mulas hingga kram perut.
2. Kandungan Asam Kopi Bisa Mengiritasi Lambung
Selain memengaruhi usus, kopi juga memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi.
Beberapa senyawa alami dalam kopi, seperti asam klorogenat, diketahui dapat meningkatkan keasaman lambung. Bagi orang yang memiliki lambung sensitif, kondisi ini dapat memicu iritasi pada dinding lambung.
Keluhan yang muncul biasanya berupa rasa perih di ulu hati, sensasi terbakar, hingga nyeri pada bagian perut atas.
Risiko ini umumnya lebih besar dialami oleh penderita maag, gastritis, maupun penyakit asam lambung.
3. Kafein Meningkatkan Produksi Asam Lambung
Bukan hanya sifat asam kopi, kandungan kafein di dalamnya juga memiliki pengaruh besar terhadap lambung.
Kafein dapat merangsang sel-sel lambung untuk memproduksi asam dalam jumlah lebih banyak dibandingkan kondisi normal.
Tak hanya itu, kafein juga membuat otot katup yang menghubungkan lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan atau dikenal sebagai refluks asam.
Kondisi tersebut dapat memicu berbagai gejala seperti nyeri ulu hati, rasa panas di dada (heartburn), mual, hingga ketidaknyamanan pada perut setelah minum kopi.
4. Minum Kopi Saat Perut Kosong Memperparah Keluhan
Kebiasaan menikmati kopi sebelum sarapan ternyata juga bisa menjadi penyebab munculnya sakit perut.
Menurut Manhattan Gastroenterology, ketika lambung masih kosong, tidak ada makanan yang berfungsi sebagai pelindung dinding lambung dari paparan asam dan kafein.
Akibatnya, senyawa dalam kopi langsung bersentuhan dengan lapisan lambung sehingga efek iritasinya menjadi lebih kuat.
Inilah alasan mengapa banyak orang merasa perut lebih mudah perih, mual, atau mulas ketika minum kopi sebelum mengonsumsi makanan.
5. Campuran Susu atau Krimer Bisa Menjadi Penyebab Utama
Tak semua keluhan setelah minum kopi berasal dari kopinya. Pada sebagian orang, justru bahan tambahan seperti susu, krimer, gula, atau pemanis buatan menjadi pemicu utama gangguan pencernaan.
Misalnya, seseorang yang mengalami intoleransi laktosa dapat merasakan perut kembung, mulas, diare, hingga kram setelah mengonsumsi kopi susu.
Begitu pula dengan pemanis buatan yang pada beberapa orang sulit dicerna tubuh. Ketika zat tersebut difermentasi oleh bakteri usus, produksi gas meningkat sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.
6. Sistem Pencernaan Sensitif Bereaksi Lebih Kuat
Menurut Health Central, masuknya cairan hangat ke dalam lambung secara alami dapat memicu refleks gastrokolik, yaitu mekanisme tubuh yang merangsang usus untuk segera mengosongkan isinya.
Pada orang dengan sistem pencernaan sensitif, terutama penderita Irritable Bowel Syndrome (IBS), refleks ini dapat berlangsung lebih kuat.
Perpaduan antara suhu kopi yang hangat, volume cairan, serta kandungan senyawa aktif di dalam kopi mampu memicu kontraksi usus yang lebih intens. Akibatnya, rasa mulas, kram, hingga nyeri perut bisa muncul secara tiba-tiba setelah minum kopi.
Jangan Langsung Berhenti Minum Kopi
Meski dapat memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang, bukan berarti kopi harus dihindari sepenuhnya.
Jika kamu sering mengalami sakit perut setelah minum kopi, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba, seperti tidak minum kopi saat perut kosong, mengurangi jumlah konsumsi kafein, memilih kopi dengan tingkat keasaman lebih rendah, atau menghindari campuran susu apabila memiliki intoleransi laktosa.
Apabila keluhan terus berulang, disertai nyeri hebat, muntah, diare berkepanjangan, atau buang air besar berdarah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pada akhirnya, setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap kopi. Mengenali penyebabnya dapat membantu kamu tetap menikmati secangkir kopi favorit tanpa harus terganggu oleh masalah pencernaan. (*)













