DIGTALPOS.com, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah mempercepat rencana relokasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda ke lokasi baru yang lebih representatif dan memadai. Rencana ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, usai mendampingi kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, pada Jumat (25/4/2025).
Yenni menyebutkan, saat ini ada empat lokasi alternatif yang tengah dipertimbangkan, yakni kawasan Lembuswana, Ring Road, Temindung, dan Mesra. Masing-masing lokasi akan dikaji secara mendalam untuk memastikan kecocokan dengan kebutuhan layanan imigrasi ke depan.
“Empat lokasi ini sedang kami pelajari lebih lanjut. DPRD Kaltim berkomitmen penuh untuk mengawal proses relokasi ini, agar berjalan cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ucapnya.
Dalam kunjungannya, Yenni juga menyoroti perbandingan antara kondisi Kantor Imigrasi Samarinda dan Balikpapan. Ia menilai fasilitas di Kantor Imigrasi Balikpapan jauh lebih lengkap dan modern. Bahkan, Yenni menyatakan dukungannya terhadap rencana peningkatan status Kantor Imigrasi Balikpapan menjadi Kelas I Khusus.
Meski mengakui fasilitas di Kantor Imigrasi Samarinda masih minim, Yenni memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan kualitas pelayanan para pegawainya. Ia menilai, kekurangan sarana tidak menghalangi semangat para petugas untuk tetap memberikan pelayanan terbaik.
“Pelayanan di sini tetap luar biasa. Tadi kami sempat berbincang langsung dengan warga pengguna layanan, dan mereka mengaku puas dengan kecepatan serta keramahan petugas. Bahkan, suasana ruang tunggu dibuat nyaman dengan penyediaan kopi, teh, hingga camilan gratis,” ungkapnya.
Lebih jauh, Yenni berharap relokasi ini bukan sekadar memindahkan gedung, tetapi menjadi bagian dari upaya besar meningkatkan kualitas layanan publik di Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa peningkatan fasilitas harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin merasa dilayani dengan baik.
“Kami ingin kantor baru nanti tidak hanya megah secara fisik, tapi juga menjadi simbol pelayanan publik yang semakin prima di Kaltim,” tandas Yenni. (Adv)













