DIGTALPOS.com, Bontang – Suasana ceria memenuhi ruang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, saat puluhan anak dari RA Insan Mulia, TK YPPI, dan SD Galilea tampak antusias mengikuti kegiatan Jelajah Literasi Anak (JELITA), sebuah program edukatif yang digagas DPK untuk menanamkan kecintaan terhadap membaca sejak usia dini.
Program JELITA bukan sekadar kunjungan biasa ke perpustakaan. Anak-anak diajak menjelajah dunia literasi melalui kegiatan yang interaktif, kreatif, dan tentunya menyenangkan. Mulai dari mendengarkan dongeng, menonton film edukasi, hingga menulis jurnal membaca semuanya dirancang agar pengalaman literasi menjadi hal yang menggembirakan bagi anak-anak.
Pustakawan Ahli Pertama DPK Kota Bontang, Yunita Triana, menjelaskan bahwa JELITA menjadi salah satu program unggulan yang dijalankan secara berkelanjutan sepanjang tahun. “Melalui JELITA, kami ingin memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang yang ramah anak. Di sini, mereka tidak hanya membaca, tetapi juga belajar berimajinasi, berekspresi, dan berkreasi,” ujar Yunita belum lama ini.
Yunita menambahkan, kegiatan kali ini diikuti oleh tiga satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SD. Ia menuturkan, JELITA telah terjadwal sejak awal tahun 2025 dengan melibatkan sekolah-sekolah di bawah koordinasi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).
Namun, karena padatnya aktivitas sekolah, pelaksanaan baru dimulai pada Agustus hingga Desember 2025, dengan intensitas kunjungan yang lebih sering. “Dalam satu hari, biasanya maksimal tiga sekolah yang berkunjung, terutama dari jenjang TK. Untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, jadwal dimulai pukul 10.00 hingga selesai, sedangkan TK dimulai dari pukul 08.00 hingga 10.00 pagi, Senin sampai Kamis,” jelasnya.

Selama kunjungan, para pustakawan DPK turut berperan aktif membimbing peserta mengenal berbagai fasilitas perpustakaan, seperti ruang baca anak, pojok dongeng, dan koleksi buku tematik edukatif. Anak-anak juga diajak menyimak kisah penuh makna melalui sesi storytelling, yang bertujuan menanamkan nilai moral dan karakter positif.
Tak berhenti di situ, anak-anak juga diberikan kesempatan untuk menonton film edukasi bertema karakter dan lingkungan, lalu mengisi jurnal membaca berisi buku yang mereka baca dan kata favorit dari cerita hari itu. “Untuk siswa SD kelas atas, kami tambahkan kegiatan menulis resensi singkat agar mereka belajar memahami dan menyampaikan kembali isi bacaan,” ucap Yunita.
Program JELITA mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan guru pendamping. Banyak yang mengapresiasi konsep pembelajaran berbasis literasi yang dikemas secara menarik dan tidak membosankan. Selain memperkenalkan dunia buku, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan bercerita, serta kebiasaan refleksi sejak dini.
“Harapannya, anak-anak yang mengikuti JELITA dapat tumbuh menjadi pembaca aktif, kritis, dan gemar belajar sepanjang hayat. Literasi adalah pondasi penting bagi masa depan mereka,” pungkasnya.
Dengan program seperti JELITA, DPK Bontang terus berkomitmen menghadirkan perpustakaan bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang belajar yang hidup dan menyenangkan bagi seluruh generasi muda Kota Bontang. (Adv)













