DIGTALPOS.com, Kaltim – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit influenza. Infeksi saluran pernapasan yang kerap disebut flu ini perlu diwaspadai karena dapat menular dengan mudah dan berisiko menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa influenza merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza. Virus tersebut terdiri atas tipe A, B, C, dan D, dengan karakteristik serta dampak yang berbeda.
“Influenza bukan sekadar gangguan kesehatan biasa, melainkan infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, C, dan D,” kata Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Minggu.
Ia menerangkan, virus influenza tipe A dan B merupakan penyebab utama flu musiman yang menyerang manusia. Sementara itu, tipe C umumnya menimbulkan gejala lebih ringan, sedangkan tipe D lebih banyak menyerang hewan, khususnya ternak.
Menurutnya, masyarakat perlu mengenali gejala influenza sejak dini agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat. Gejala yang umum muncul meliputi demam secara mendadak, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri pada tubuh, serta kondisi badan yang terasa lemas dan mudah lelah.
Andi mengingatkan, gejala yang tampak ringan sekalipun tidak boleh diabaikan, terutama jika kondisi tubuh terus menurun atau keluhan semakin berat. Selain berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, penderita juga dapat menularkan virus kepada orang lain di rumah, tempat kerja, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya.
“Mengabaikan gejala flu dapat meningkatkan risiko keparahan kondisi fisik sekaligus memperluas penularan kepada orang-orang di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Untuk menekan risiko penularan, Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu langkah paling sederhana ialah mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir. Apabila fasilitas tersebut tidak tersedia, masyarakat dapat menggunakan cairan pembersih tangan berbasis alkohol.
Selain itu, etika batuk dan bersin perlu diterapkan dengan menutup hidung serta mulut menggunakan lengan bagian dalam atau tisu. Tisu yang telah digunakan sebaiknya segera dibuang ke tempat sampah, kemudian tangan dibersihkan untuk mengurangi risiko penyebaran virus.
Warga yang mengalami batuk atau pilek juga dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika berada di tempat umum atau berdekatan dengan orang lain. Jika sedang sakit, membatasi kontak dengan orang lain dan beristirahat di rumah dapat membantu mengurangi kemungkinan penularan.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok yang berisiko mengalami komplikasi, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau kondisi kekebalan tubuh yang lemah. Kelompok tersebut disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan vaksinasi influenza secara berkala.
Andi turut mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit apabila gejala semakin memburuk, tidak kunjung membaik, atau disertai tanda bahaya seperti sesak napas dan nyeri dada.
Melalui peningkatan kewaspadaan dan penerapan langkah pencegahan secara konsisten, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko penularan influenza sekaligus melindungi anggota keluarga dan lingkungan sekitar.
Dinkes Kaltim menekankan bahwa menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat bergejala, serta mencari pertolongan medis ketika diperlukan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan bersama. (*)













