DIGTALPOS.com, Samarinda — Sektor pariwisata di Kabupaten Berau terus menunjukkan geliat positif. Selain menarik minat investor asing, kemajuan juga terlihat dari sisi konektivitas udara.
Kehadiran maskapai baru di Bandar Udara (Bandara) Kalimarau dinilai menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah, mengatakan bahwa kehadiran maskapai Sriwijaya Air memberikan pilihan baru bagi masyarakat, sekaligus menciptakan iklim persaingan sehat antar maskapai penerbangan.
“Sebelumnya, masyarakat hanya bergantung pada Wings Air dengan tarif yang tinggi, mencapai Rp1,6 juta hingga Rp1,9 juta. Namun sejak Sriwijaya membuka rute Berau–Balikpapan–Makassar, harga tiket turun drastis. Bahkan Wings ikut menurunkan tarifnya menjadi sekitar Rp800 ribu,” kata Syarifatul, Rabu (16/4/2025).
Menurutnya, penurunan harga tersebut memberikan dampak langsung yang positif bagi mobilitas masyarakat, terutama yang memiliki kebutuhan mendesak untuk bepergian.
“Masyarakat kini tak harus menempuh jalur darat yang memakan banyak waktu dan biaya. Ini sangat membantu, khususnya bagi mereka yang membutuhkan akses cepat,” ujarnya.
Pada bagian lain, Syarifatul menilai pentingnya peningkatan akses udara ke Pulau Maratua. Sekarang ini, disebutnya, penerbangan menuju Bandara Maratua masih menggunakan pesawat kecil dengan kapasitas penumpang sangat terbatas, sekitar 6 hingga 8 orang sekali terbang.
“Kami berharap ada maskapai berkapasitas lebih besar yang bisa masuk. Ini akan memungkinkan perjalanan dalam rombongan serta mempercepat waktu tempuh. Terlebih saat musim gelombang laut, transportasi udara jadi solusi utama,” tambahnya.
Untuk itu, dirinya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim berencana melakukan kunjungan kerja ke Maratua dalam waktu dekat, untuk meninjau langsung kebutuhan dan potensi pengembangan layanan transportasi udara di kawasan tersebut.
“Penguatan konektivitas ini tidak hanya menguntungkan masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan Berau. Akses yang mudah dan terjangkau adalah kunci dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata,” tutup Syarifatul. (Adv)













