DIGTALPOS.com, Bontang – Hembusan angin bertiup dari jendela Aula Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Al-Furqon sore itu, memberi rasa segar kepada seluruh orang yang berada disana. Saat itu ada sekitar 30 orang lebih tengah duduk dan memperhatikan sesuatu.
Waktu di jam dinding menunjukan pukul 16:30 Wita, saat seorang perempuan penuh karisma maju dihadapan semua orang. Ia terlihat elegan dengan baju biru corak putih, dan rok hitam. Kerudung biru yang menutupi bagian kepala membuat dia terlihat semakin ayu.
Anak-anak yang diperkirakan berusia 4 – 7 tahun tampak duduk rapih dilantai dan terlihat serius mendengarkan apa yang disampaikan wanita tersebut.
Untuk anak laki-laki terlihat mengenakan peci, duduk dibagian sebelah kiri aula. Sedangkan untuk anak perempuan duduk disebelah kanan aula tersebut.
Rupanya, perempuan yang terlihat anggun tersebut ialah Bunda Literasi Kota Bontang, siapa lagi kalau bukan Hapidah Basri Rase.
Kehadiran Bunda Literasi Kota Bontang di TPQ Al-Furqon tidak lain untuk mendongeng dihadapan para pelajar atau santri yang mengaji di TPQ ini.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung Library Tour Kaltim 2022. Ia tidak datang sendiri, kehadiran Bunda Literasi dibarengi dengan Perpustakaan Keliling.
Kali ini ia membacakan dongeng yang berjudul “Daun Hijau Kecil”. Sambil membaca dongeng, sesekali ia melempar senyum kepada anak-anak yang tengah serius memperhatikannya. Seluruh anak yang mendengarkan dongeng tersebut tampak senang dan menyukai cerita itu.
“Kehadiran Bunda Literasi di temapat ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi anak-anak bagaimana cara untuk mencitai buku dengan memperbanyak membaca,” ucap Hapidah, Rabu (22/06/2022).
Hapidah menilai, antusias anak dalam mendengarkan dongeng terbilang tinggi. Sebab itu, pesan-pesan penting yang akan berguna bagi perkembangan anak, ia kemas melalui sebuah cerita.
Komunikasi dua arah melalui in-teraksi antara pendongeng dan si anak diyakini akan melatih kemampuan anak untuk lebih berani dalam mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya.
Hapidah berharap, upaya ini dapat memantik keinginan anak-anak untuk lebih gemar membaca. Dengan begitu, ilmu dan pengetahuan si anak akan bertambah untuk bekal dikemudian hari.
“Besar harapan saya ketika kami jadwalkan kegiatan Pusling, anak-anak yang tadinya kurang suka membaca, jadi lebih tertarik dan terdorong untuk mulai menyukai membaca dengan menunggu setiap jawal kedatangan Pulsing,” jelasnya.
Kedepan, ia menyebut kegiatan seperti ini akan terus dilakukan, guna memasyarakatkan minat baca di Kota Taman (sebutan Bontang). (adv)













