DIGTALPOS.com, Bontang – Jam menunjukan pukul 08:57 Wita, saat Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengenakan peci hitam serta baju adat Kutai modifikasi, politikus muda Kota Bontang itu, terdengar lantang dan tegas ketika membacakan teks proklamasi dihadapan ratusan peserta upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-78.
“Proklamasi, Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta, 17 Agustus 1945, Atas nama Bangsa Indonesia, Soekarno/Hatta,” ucap Andi Faiz, sapaan karibnya, di Lapangan Besai Berita, Jalan KS. Tubun, Bontang Utara, Kamis (17/08/2023).
Usai naskah Proklamasi dibacakan, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mulai memasuki lapangan upacara.
Wali Kota Bontang, Basri Rase yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, tampak menyerahkan bendera pusaka kepada pembawa baki untuk selanjutnya dikibarkan.
Pancaran sinar matahari yang cukup menyengat, tak menyurutkan semangat para peserta upacara. Upacara peringatan HUR RI ke-78 di Kota Taman (sebutan Bontang) berlangsung tertib dan lancar.
“Selamat ya,” kata Wali Kota Basri sambil menyalami puluhan Paskibraka, seusai pelaksanaan upacara.
Sekadar diketahui, sejarah perumusan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia dimulai pada tanggal 17 Agustus 1945, dini hari pukul 03.00 WIB. Pemicu dari peristiwa ini adalah berita tentang kota Hiroshima dan Nagasaki yang hancur akibat bom dari Sekutu pada 15 Agustus, dan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.
Setelah mendengar kabar ini dari Radio BBC, golongan muda mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera menyatakan proklamasi. Meski terjadi perdebatan dengan golongan tua yang ingin menunggu pernyataan resmi dari Jepang, para pemuda pada tanggal 15 Agustus 1945 membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.
Di Rengasdengklok, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo mulai merumuskan teks proklamasi di kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Meiji Dori No.1. Teks proklamasi berbentuk dua alinea selesai pada pukul 05.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945.
Kemudian, pukul 10.00 WIB pada tanggal tersebut, teks proklamasi dibacakan di halaman rumah Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur No. 56. Kabar ini menyebar luas dan gelora euforia merayakan kemerdekaan terasa di seluruh negeri.
“Menjadi kebanggaan tersendiri membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, karena ini menjadi simbol penting bagi bangsa,” pungkas Andi Faiz saat ditemui usai acara. (ADV)













