DIGTALPOS.com, Bontang – Menyambut perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang melalui bidang peternakan bersiap melakukan langkah preventif dengan menggelar pengecekan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan guna memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak untuk dikonsumsi.
Kepala Bidang Peternakan DKP3 Bontang, drh Riyono, mengungkapkan bahwa tim kesehatan hewan dijadwalkan mulai turun ke lapangan pada Selasa pekan depan. Pemeriksaan akan difokuskan pada lapak-lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di berbagai titik strategis di Kota Bontang.
“Pengecekan ini menjadi langkah penting untuk memastikan hewan kurban yang dijual telah memenuhi syarat kesehatan dan sesuai standar kelayakan. Dengan begitu, masyarakat dapat merasa aman dan tenang saat mengonsumsi daging kurban,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Dalam pelaksanaannya, petugas akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik hewan, mulai dari kebersihan, kondisi mata, hidung, mulut, hingga tanda-tanda vital lainnya. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan tanda khusus sebagai bukti telah lolos pemeriksaan kesehatan, sehingga memudahkan masyarakat dalam memilih hewan kurban yang aman.
Tak hanya itu, DKP3 juga akan melakukan pengambilan sampel feses untuk diuji di laboratorium guna mendeteksi kemungkinan adanya parasit internal. Pemeriksaan ini dinilai penting karena beberapa jenis penyakit tidak dapat dideteksi hanya melalui pengamatan visual.
“Melalui pemeriksaan ini, kami ingin memastikan tidak ada hewan yang terinfeksi penyakit, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Ini bagian dari komitmen kami dalam menjaga kualitas pangan asal hewan di Bontang,” jelas Riyono.
Langkah ini juga merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan risiko tersebut dapat ditekan seminimal mungkin.
DKP3 turut mengimbau para pedagang hewan kurban untuk bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Pedagang juga diminta tidak memindahkan hewan yang belum diperiksa ke lokasi lain, guna menghindari hewan yang belum dipastikan kesehatannya lolos ke pasaran.
Selain itu, kebersihan kandang dan lingkungan sekitar lapak penjualan juga menjadi perhatian utama. Lingkungan yang bersih dinilai mampu mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kondisi hewan tetap sehat hingga hari penyembelihan.
Dengan adanya pengawasan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lebih khusyuk, tanpa rasa khawatir terhadap kualitas dan keamanan daging yang dikonsumsi. (Ra)













