DIGTALPOS.com, Samarinda – Belum genap empat bulan, Jembatan Mahakam I sudah dua kali tertabrak kapal. Rentetan insiden ini memicu kekhawatiran publik dan menimbulkan dugaan ada yang tidak beres dalam tata kelola lalu lintas Sungai Mahakam.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim melalui Korps Adhyaksa pun turun tangan menyikapi persoalan ini. Bersama DPRD Kaltim, mereka mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayaran sungai, termasuk pengawasan dan tanggung jawab pihak-pihak terkait.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menilai sudah saatnya pemerintah dan aparat serius membenahi jalur vital tersebut.
“Perlu ada perbaikan menyeluruh terhadap kinerja alur Sungai Mahakam. Ini bukan soal satu atau dua insiden saja, tapi soal keselamatan warga dan keberlanjutan infrastruktur,” ujarnya, Senin (5/5/2025).
Menurutnya, insiden berulang menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem navigasi, penataan lalu lintas sungai, serta minimnya rambu pelayaran. Ia menegaskan, Sungai Mahakam memang penting sebagai jalur distribusi ekonomi, namun keselamatan warga di atas jembatan juga tak boleh diabaikan.
“Jadi, selain menagih pertanggungjawaban dari pelaku penabrakan, kita juga harus mendorong aparat menjalankan fungsinya dengan optimal,” kata Ananda, yang akrab disapa Nanda.
Ia menambahkan, solusi jangka pendek seperti menutup alur sungai bukanlah jawaban. Yang dibutuhkan adalah perbaikan sistemik, mulai dari pengawasan, regulasi, hingga koordinasi antarlembaga.
“Menutup alur sungai tidak menyelesaikan masalah. Yang harus dibenahi adalah sistemnya, pengawasannya, dan tanggung jawab semua pihak terkait,” tegasnya. (Adv)













