DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Bina Konstruksi menargetkan pelatihan bagi 310 orang tenaga kerja konstruksi sepanjang tahun 2025.
Pelatihan ini, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi. Hal tersebut, disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Konstruksi DPU Kukar, Sofyar Ardani pada Selasa (3/6/2025).
“Tahun ini kami menargetkan 310 orang untuk mengikuti pelatihan tenaga kerja konstruksi. Pelatihan dilakukan oleh DPU Kukar melalui bidang Bina Konstruksi, dengan jenjang pelatihan mulai dari level 4 hingga 6,” terang Sofyar.
Ia menjelaskan, pelatihan akan mencakup berbagai jenis keterampilan teknis, mulai dari K3 Umum, pelatihan di bidang pekerjaan jalan, bangunan gedung, hingga sumber daya air.
Pasalnya, pelatihan ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan daerah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang bergerak di sektor konstruksi.
“Pelatihan ini bisa menjangkau berbagai bidang pekerjaan konstruksi. Tujuan akhirnya adalah memberikan sertifikasi kompetensi kerja bagi para peserta sebagai syarat utama tenaga kerja konstruksi yang profesional dan siap bersaing,” katanya.

Sofyar juga menekankan, pelatihan yang dilakukan pemerintah ini bersifat disubsidi, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi masyarakat. Hal ini, sekaligus membedakan pelatihan yang diselenggarakan secara mandiri oleh badan usaha.
“Kami ingin memfasilitasi masyarakat agar tidak terkendala biaya. Karena untuk bisa bekerja di sektor konstruksi, salah satu syarat utamanya adalah memiliki sertifikat kompetensi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Bidang Bina Konstruksi DPU Kukar juga menjalin sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kukar.
Kata Sofyar, data pelatihan yang dilakukan oleh DPU Kukar akan dilaporkan ke Disnakertrans sebagai bagian dari pelaporan terpadu pelatihan tenaga kerja daerah.
“Kami support Disnakertrans. Mereka sebagai instansi yang menghimpun dan melaporkan data pelatihan. Jadi, data tenaga kerja konstruksi yang kami latih pun masuk dalam laporan pelatihan tenaga kerja kabupaten,” pungkasnya. (Adv)













