DIGTALPOS.com, Samarinda – Pembangunan infrastruktur jalan di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menjadi sorotan, terutama dalam upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah. Salah satu proyek strategis yang mendapat dukungan penuh adalah rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Samarinda dan Bontang. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung pada tahun 2028 dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp 15 triliun.
Anggota DPRD Kaltim, Alpansyah, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan tol ini. Menurutnya, proyek ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim dan menjadi salah satu prioritas utama.
“Dalam RPJMD, termasuk waktu di Bontang kemarin, kita sampaikan bahwa pembangunan tol Samarinda–Bontang menjadi salah satu prioritas. Proyek ini akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian daerah,” ujar Alpansyah, Jumat (23/5/2025).
Tak hanya fokus pada jalan tol, DPRD Kaltim juga memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini. Alpansyah menegaskan bahwa pemerataan pembangunan jalan menjadi perhatian utama untuk memperkuat konektivitas wilayah.
“Kita juga akan membangun infrastruktur jalan di seluruh daerah, khususnya di 10 kabupaten/kota. Ini menjadi prioritas bersama agar akses transportasi lebih merata dan memudahkan distribusi barang dan jasa,” tambahnya.
Selain itu, Alpansyah menyoroti kondisi jalan di Mahakam Ulu (Mahulu) yang masih menghadapi berbagai kendala teknis dan aksesibilitas. “Mahakam Ulu masih memiliki banyak tantangan, terutama dalam hal akses jalan yang memerlukan penanganan cepat dan menyeluruh. Ini juga menjadi perhatian serius kami di DPRD,” jelasnya.
DPRD Kaltim berharap percepatan pembangunan jalan tol Samarinda–Bontang ini tidak hanya akan mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kaltim secara keseluruhan. Dengan target penyelesaian pada 2028, proyek ini diharapkan menjadi ikon baru infrastruktur di wilayah Kalimantan Timur. (Adv)













