DIGTALPOS.com, Bontang – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memberikan jaminan keselamatan bagi para nelayan berupa BPJS Ketenagakerjaan.
Kota Bontang merupakan daerah yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Kota kecil ini dikelilingi lautan dengan luas 349.77 kilometer persegi (km²) atau sebesar 70,30 persen dibanding daratan.
Oleh karena itu, sebagian masyarakat yang tinggal di kota dengan julukan Kota Taman ini memilih profesi sebagai nelayan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bontang ini menilai, profesi nelayan rentan mengalami kecelakaan kerja saat tengah melaut. Mereka harus berjibaku melawan besarnya ombak, cuaca yang cukup ekstrem serta kejadian lainnya yang dapat merenggut nyawa.
Sebab itu, para nelayan membutuhkan jaminan keselamatan dalam bekerja untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan terjadi.
“Pekerjaan mereka (nelayan) sangat rentan terkena musibah, kecelakaan di tengah laut”, kata pria yang akrab disapa BW itu, saat rapat bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang, Senin (29/5/2023).
Kata dia, setoran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMsostek) berkisar Rp16.800 per orang. Jika dikalkulasikan dengan jumlah nelayan di wilayah maritim ini sebanyak 7 ribu orang, maka anggaran yang dibutuhkan senilai Rp1,4 Miliar per tahun.
“Saya berharap pemerintah bisa meng-cover melalui APBD. Jadi nelayan juga memiliki semangat lebih karena keselamatan mereka sudah terjamin”, sebutnya.
Lanjutnya, pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaut juga merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang bekerja sebagai nelayan untuk menghidupi keluarga mereka.
“Asuransi keselamatan ini penting bagi nelayan, jadi harus ada perhatian dari pemerintah”, tutupnya. (adv)













