DIGTALPOS.com, Bontang – Komisi I DPRD Bontang menggelar rapat kerja dengan mahasiswa, dosen, serta Yayasan Miliana Universitas Trunaja Bontang, Senin (1/11/2021).
Agenda dalam rapat tersebut yakni mencari jalan tengah dari konflik internal yang hingga kini masih berlangsung.
Dikatakan Anggota DPRD Bontang Abdul Haris, setidaknya ada tiga tuntutan diminta mahasiswa dan dosen kepada pihak universitas. Oleh karena itu, ia mendorong agar persoalan ini bisa diseleaikan, sehingga aktifitas perkuliahan bisa kembali digelar.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh, para mahasiswa sudah menunaikan kewajibannya dengan membayar uang semester, namun sistem perkuliahan masih belum berjalan sebagai mana mestinya, bahkan ada nilai mahasiswa yang ditahan.
“Mereka (mahasiswa) meminta agar sistem perkuliahan diaktifkan kembali serta nilai mereka yang ditahan segera diterbitkan,” katanya
Selain itu, soal oknum dosen yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa dalam aksi beberapa waktu lalu. Mereka menuntut agar oknum dosen tersebut di proses secara hukum. Pun dengan aksi para dosen yang mogok mengajar lantaran gajinya belum terbayarkan sejak 2019 sebesar 1,5 miliar, akibatnya nilai para mahawiswa enggan dikeluarkan.
“Dosen mogok dan tidak mau mengeluarkan nilai mahasiswanya karena gajinya belum dibayar,” terangnya.
Politikus Partai PKB ini menyayangkan kejadian ini, ia pun meminta agar pihak universitas segera memperbaiki sistem tata kelola kampus yang kurang baik dan segera melunasi gaji dosen yang menunggak. Pasalnya, dari kejadian ini banyak pihak yang dirugikan.
Sementara itu, Pembina Yayasan Pendidikan Miliana Universitas Trunaja, Chelly Amalia Sianipar meminta tenggat waktu 6 bulan untuk melunasi gaji dosen yang tertunggak. Ia juga akan berupaya memenuhi hak-hak mahasiswa sesuai tuntutan yang mereka sampaikan.
“Kami minta waktu 6 bulan untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena kami harus rembukkan dengan pihak Yayasan yang ada di Balikpapan,” ujarnya. (HR)













