DIGTALPOS.com, Samarinda – Momentum bulan Dzulhijjah dinilai bukan sekadar perayaan ibadah tahunan umat Islam, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat kepedulian sosial, semangat berbagi, serta nilai pengorbanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, saat mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai pengingat pentingnya menghadirkan manfaat bagi sesama.
Menurut politisi Fraksi PKS tersebut, makna qurban tidak hanya berhenti pada penyembelihan hewan semata, melainkan menyimpan pesan mendalam tentang keikhlasan, solidaritas, dan rasa empati terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Qurban mengajarkan kita tentang kepedulian. Tidak hanya hubungan kepada Allah, tetapi juga bagaimana ibadah itu menghadirkan manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Sani menjelaskan, bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam karena di dalamnya terdapat berbagai ibadah besar yang sarat nilai spiritual dan sosial. Selain ibadah qurban, jutaan umat Islam dari seluruh dunia juga menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Ia menilai, kedua ibadah tersebut memiliki pesan yang sama, yakni tentang pengorbanan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Menurutnya, ajaran qurban menjadi pengingat bahwa setiap umat Islam harus memiliki sifat pemurah dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Ia pun mengutip makna Surah Al-Kautsar yang memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat dan berqurban sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
“Allah itu Maha Pemurah, maka manusia juga harus belajar menjadi pribadi yang pemurah. Dari situlah semangat berbagi dalam qurban lahir,” katanya.
Sani menuturkan, nilai-nilai Iduladha seharusnya tidak hanya terasa pada saat hari raya berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap masyarakat dapat menumbuhkan budaya saling membantu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Menurutnya, pembagian daging qurban yang rutin dilakukan setiap tahun menjadi salah satu bentuk nyata pendidikan sosial yang diwariskan Islam kepada umatnya. Dari tradisi tersebut, masyarakat diajarkan untuk memahami pentingnya berbagi kebahagiaan dengan sesama.
“Setiap tahun umat Islam diajarkan berbagi melalui daging qurban. Lambat laun kita memahami bahwa inti dari ibadah bukan hanya hubungan spiritual, tetapi juga kebermanfaatan untuk sesama,” ucapnya.
Selain menyoroti ibadah qurban, Sani juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan ibadah haji yang tahun ini kembali memberangkatkan ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Kota Samarinda.
Ia menyebut, keberangkatan jamaah haji merupakan gambaran nyata dari pengorbanan besar umat Islam, baik dari sisi tenaga, waktu, maupun materi. Baginya, perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Di bulan ini jutaan orang memenuhi panggilan Allah dengan membaca talbiyah di Tanah Suci. Itu menunjukkan besarnya pengorbanan demi menjalankan syiar Islam,” tuturnya.
Sani juga turut mendoakan jamaah haji asal Samarinda yang tahun ini diberangkatkan ke Tanah Suci agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
“Kurang lebih ada 1.024 jamaah haji dari Samarinda yang berangkat tahun ini. Semoga semuanya diberikan kesehatan, menjadi haji mabrur, dan kembali ke tanah air dalam kondisi terbaik,” katanya.
Lebih jauh, ia berharap momentum Iduladha tahun ini mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat berbagi tidak harus menunggu seseorang berada dalam kondisi berkecukupan, melainkan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas.
“Sekecil apa pun bentuk berbagi, jika dilakukan dengan ikhlas, itu akan sangat berarti bagi orang lain,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Sani menegaskan bahwa Hari Raya Iduladha harus dimaknai sebagai momentum membangun masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, dan memiliki semangat gotong royong yang kuat.
“Qurban pada akhirnya mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya. (Adv)













