DIGITALPOS.com, Bontang – Berbagai persoalan infrastruktur hingga gagasan pengembangan pariwisata mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Bontang, Arfian Arsyad di Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Selatan. Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan mendesak yang selama ini dirasakan di lingkungan mereka.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan setidaknya tiga usulan prioritas yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Aspirasi itu mencerminkan kebutuhan dasar warga sekaligus harapan untuk mendorong kawasan pesisir menjadi lebih tertata dan bernilai wisata.
Usulan pertama datang dari warga RT 18 yang menyoroti kondisi akses jalan utama di lingkungan mereka. Jalan yang kerap terdampak air pasang dinilai mengganggu mobilitas warga, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan. Mereka pun berharap adanya peninggian trotoar serta perbaikan struktur jalan agar lebih tahan terhadap genangan.
“Kalau air pasang naik, jalan sering tergenang. Aktivitas jadi terganggu. Kami berharap jalan bisa ditinggikan supaya lebih aman dan nyaman dilalui,” ungkap salah seorang warga dalam forum tersebut.
Selain persoalan jalan, warga juga menyoroti minimnya penerangan di kawasan pelataran ujung Kampung Atas Laut Bontang Kuala. Kondisi gelap pada malam hari dinilai rawan dan mengurangi kenyamanan, baik bagi warga maupun pengunjung. Oleh karena itu, masyarakat mengusulkan penambahan sekaligus perbaikan lampu penerangan jalan umum (PJU) di titik-titik strategis.
Tak hanya berfokus pada kebutuhan dasar, warga juga menyampaikan gagasan jangka panjang terkait pengembangan sektor pariwisata. Mereka mengusulkan pembangunan ikon wisata di pelataran ujung kawasan tersebut. Keberadaan ikon dinilai penting untuk memperkuat identitas Bontang Kuala sebagai destinasi wisata pesisir sekaligus meningkatkan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Arfian Arsyad menegaskan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan setiap usulan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Ia menilai, pembangunan infrastruktur dasar dan pengembangan kawasan wisata tidak bisa dipisahkan, melainkan harus berjalan beriringan.
Menurutnya, perbaikan fasilitas seperti jalan dan penerangan tidak hanya berdampak pada kenyamanan warga, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan pesisir.
“Kami mencatat seluruh usulan warga, mulai dari perbaikan jalan, penerangan hingga pembangunan ikon wisata. Semua ini akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan secara bertahap,” ujar Arfian.
Ia berharap, melalui sinergi antara masyarakat dan pemerintah, Bontang Kuala dapat berkembang menjadi kawasan yang tidak hanya nyaman dihuni, tetapi juga memiliki daya tarik wisata yang kuat dan berkelanjutan. (Adv)













