DIGTALPOS.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Haji Baba, mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur untuk menunaikan ibadah haji secara ilegal atau di luar kuota resmi. Menurutnya, cara tersebut dapat menimbulkan berbagai persoalan serius, baik bagi individu maupun bagi citra Indonesia di mata dunia.
“Kalau ada jemaah haji ilegal yang tertangkap di Arab Saudi, hukumannya sangat berat. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sangat tegas, dan Pemerintah Indonesia tidak bisa memberikan jaminan apa pun bagi keberangkatan yang tidak resmi,” tegas Haji Baba saat dihubungi pada Jumat (2/5/2025).
Ia menambahkan, keberangkatan haji secara ilegal sangat berisiko. Para jemaah yang nekat menggunakan jalur tidak resmi tidak hanya kehilangan perlindungan hukum, tetapi juga berpotensi mengalami berbagai kesulitan di Tanah Suci. Mulai dari tidak adanya akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan yang memadai.
“Kalau sampai ada masalah, misalnya tertangkap, pemerintah Indonesia tetap akan terbebani. Tidak bisa semata-mata dianggap urusan pribadi. Mau tidak mau akan jadi tanggung jawab kita juga,” ujarnya.
Haji Baba mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti jalur resmi dalam keberangkatan haji maupun umrah. Ia memahami bahwa lamanya antrean membuat banyak orang tidak sabar, namun ia menekankan bahwa prosedur resmi adalah satu-satunya jalur yang aman dan sah.
“Memang antrean haji panjang, tapi pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin. Jangan mudah tergoda dengan jalur cepat yang tidak jelas legalitasnya. Kalau sampai terjadi masalah di luar negeri, yang rugi ya jemaah sendiri,” kata politisi PDIP ini.
Lebih lanjut, Haji Baba mengajak semua pihak—termasuk biro perjalanan, tokoh agama, dan masyarakat luas—untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menunaikan ibadah haji melalui jalur yang legal.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua pihak harus berperan aktif dalam mengedukasi dan mengawasi, agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik-praktik yang merugikan,” pungkasnya. (Adv)













