DIGTALPOS.com, Bontang – Persoalan ketepatan sasaran bantuan pemerintah kembali menjadi perhatian serius masyarakat. Hal ini mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Bontang, Yassier Arafat, yang digelar di RT 15, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan.
Kegiatan yang berlangsung sederhana itu, terlihat hangat dan penuh keterbukaan. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan ekonomi hingga distribusi bantuan sosial yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
Sejumlah warga secara bergantian mengungkapkan kegelisahan mereka. Menurutnya masih ada penerima bantuan yang tidak sesuai kriteria, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru belum tersentuh program pemerintah.
“Masih ada yang seharusnya tidak menerima, tapi justru terdaftar. Sementara yang benar-benar membutuhkan malah terlewat,” ungkap salah satu warga dalam forum tersebut.
Keluhan ini menjadi cerminan harapan masyarakat agar pemerintah dapat melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya dalam proses pendataan hingga penyaluran bantuan. Warga menilai, perbaikan sistem dan pengawasan yang lebih ketat sangat diperlukan untuk menghindari ketimpangan penerima manfaat.
Tak hanya itu, warga juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat. Mereka berharap program bantuan sosial benar-benar hadir sebagai solusi, bukan sekadar formalitas.
Dalam diskusi tersebut, transparansi menjadi salah satu tuntutan utama. Warga mendorong agar proses penentuan penerima bantuan dilakukan secara terbuka dan melibatkan peran aktif masyarakat di tingkat RT, sehingga data yang diajukan benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yassier Arafat menegaskan bahwa persoalan ketepatan sasaran bantuan memang menjadi perhatian penting pemerintah dan legislatif. Ia mengakui bahwa pembenahan sistem pendataan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah, aparat kelurahan, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar data penerima bantuan bisa lebih akurat dan tepat sasaran,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2026).
Ia menambahkan, reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat. Dari pertemuan seperti ini, berbagai persoalan riil di lapangan dapat diketahui secara lebih jelas, termasuk terkait distribusi bantuan sosial.
Yassier memastikan akan mendorong adanya penguatan pengawasan dan validasi data penerima bantuan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci agar program pemerintah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami akan dorong agar pengawasan dan validasi data diperkuat, sehingga ke depan program bantuan bisa lebih tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak,” pungkasnya. (Adv)













