Viral Satpam Bersujud di Hadapan Pengemudi Alphard, Victor Harefa Beberkan Kronologi Versinya, Polisi Dalami Dugaan Intimidasi

Viral Satpam Bersujud di Hadapan Pengemudi Alphard, Victor Harefa Beberkan Kronologi Versinya, Polisi Dalami Dugaan Intimidasi DIGTALPOS.com – Kasus cekcok antara seorang petugas keamanan (satpam
Insiden cekcok petugas keamanan di sekitar Halte Transjakarta Bundaran HI dengan pengendara mobil, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026) (Foto: Istimewa)

DIGTALPOS.com – Kasus cekcok antara seorang petugas keamanan (satpam) dan pengemudi mobil Toyota Alphard yang sempat viral di media sosial kembali menjadi sorotan publik. Perhatian masyarakat semakin besar setelah satpam bernama Victor Harefa mengunggah video klarifikasi yang menceritakan kronologi kejadian dari sudut pandangnya.

Dalam video yang beredar luas pada Kamis (23/7/2026), Victor mengaku mengalami tekanan selama proses penyelesaian masalah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat dimaki, didorong, hingga akhirnya memilih bersujud dan meminta maaf karena merasa tidak memiliki pilihan lain.

“Kalau saya yang salah di sini, saya pribadi saya minta maaf. Tetapi pihak yang satunya belum minta maaf atau sok benar semuanya,” ujar Victor dalam video klarifikasi yang diunggah di media sosial.

Bermula dari Menegur Pengemudi yang Diduga Terobos Lampu Merah

Victor menjelaskan, insiden itu bermula ketika dirinya sedang menjalankan tugas membantu pejalan kaki menyeberang jalan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2026).

Menurut pengakuannya, saat lampu lalu lintas telah berubah menjadi merah, sebuah mobil Toyota Alphard masih terus melaju. Sebagai petugas yang bertugas mengatur keamanan di kawasan tersebut, Victor kemudian mengetuk kaca mobil sambil memberikan teguran kepada pengemudi agar mematuhi aturan lalu lintas.

Namun, teguran tersebut justru memicu cekcok. Victor mengaku pengemudi bersama dua orang penumpangnya turun dari kendaraan dan langsung menghampirinya.

Ia mengklaim sempat didorong oleh ketiga orang tersebut. Untuk menghindari keributan yang lebih besar, Victor mengajak mereka menyelesaikan persoalan secara baik-baik di Pos Polisi (Pospol) terdekat.

“Nah, karena pospolnya ada di depan bundaran sebelah kiri, saya bawa mereka ke situ. Dan sambil dorong-dorong saya di jalan, ‘Mana pospolnya? Ayo ke pospol! Saya tidak takut, saya juga aparat’,” tutur Victor, dikutip dari Kompas.com.

Pengakuan Pengemudi Mengaku Aparat

Sesampainya di Pos Polisi, Victor mengaku salah seorang dari rombongan pengemudi kembali menyatakan dirinya sebagai aparat dan menunjukkan sebuah Kartu Tanda Anggota (KTA). Namun hingga kini belum diketahui secara pasti identitas maupun asal institusi dari kartu tersebut.

Victor kemudian menjelaskan kronologi kejadian kepada petugas yang berada di pos polisi. Akan tetapi, menurut pengakuannya, dirinya justru dinyatakan bersalah karena telah mengetuk kaca mobil pengemudi.

“Setelah saya sudah memberitahu kronologinya, dan kepala pospolnya menyampaikan ke saya, ‘Kamu salah. Kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil’,” ungkap Victor.

Pernyataan tersebut, kata Victor, membuat situasinya semakin sulit. Ia merasa semakin terpojok ketika pihak pengendara mulai mempertanyakan perusahaan vendor tempat dirinya bekerja dan menyinggung kemungkinan melaporkan dirinya agar diberhentikan dari pekerjaannya.

Mengaku Tertekan hingga Bersujud Meminta Maaf

Merasa khawatir kehilangan pekerjaan dan tidak melihat adanya jalan keluar dari situasi tersebut, Victor akhirnya memilih meminta maaf kepada pihak pengendara.

Ia mengaku berjabat tangan dan bahkan bersujud sebagai bentuk permintaan maaf agar persoalan segera selesai.

“Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. ‘Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas’,” tutur Victor.

Meski telah meminta maaf, Victor mengaku perlakuan terhadap dirinya belum berhenti. Ia menyebut masih mendapat makian, diminta melakukan push-up, bahkan kerah bajunya sempat diangkat oleh sopir mobil ketika hendak meninggalkan pos polisi.

Pengakuan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet yang mempertanyakan proses mediasi yang berlangsung saat itu.

Polisi Dalami Seluruh Pengakuan Victor

Menanggapi ramainya perbincangan di media sosial, pihak kepolisian memastikan akan melakukan pendalaman terhadap seluruh pengakuan yang disampaikan Victor.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, penyidik akan memanggil kembali kedua belah pihak guna mengklarifikasi berbagai informasi yang berkembang, termasuk dugaan Victor dipaksa bersujud.

“Kalau diminta sujud ini yang saya perlu klarifikasi ke kedua belah pihak. Kami masih mengklarifikasi yang bersangkutan bagaimana prosesnya pada saat itu seperti apa real-nya,” kata Braiel di Mapolsek Metro Menteng, Kamis (23/7/2026).

Selain itu, kepolisian juga akan mendalami informasi mengenai adanya seseorang yang mengaku aparat dan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) saat mediasi berlangsung.

Menurut Braiel, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah KTA tersebut asli maupun berasal dari institusi tertentu karena Victor sendiri belum bisa memberikan penjelasan secara rinci.

“Ya, itu masih kita dalami karena yang bersangkutan juga tidak bisa secara spesifik menjelaskan KTA apa, dari mana, masih belum bisa menjelaskan,” ujarnya.

Tak hanya kedua pihak yang terlibat, polisi juga akan meminta klarifikasi kepada anggota kepolisian yang bertugas memediasi permasalahan tersebut di Pos Polisi Thamrin.

“Iya dimintai klarifikasi. Sekalian kita minta klarifikasinya seperti apa. Karena kan sudah ada proses mediasi, kemudian ada salah satu pihak yang merasa kurang pas atau kurang berkenan,” kata Braiel.

Polisi Persilakan Buat Laporan Resmi

Braiel menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh hingga seluruh fakta terungkap. Ia juga memastikan proses klarifikasi dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Meski kedua belah pihak sebelumnya disebut telah berdamai, kepolisian tetap membuka kesempatan apabila Victor merasa dirugikan dan ingin menempuh jalur hukum.

“Terutama dari pihak yang terkait, kami persilakan untuk membuat laporan apabila ada hal yang merasa kurang puas atau yang kurang berkenan pada saat dilakukan atau pada saat proses mediasi. Kami persilakan dan akan kami tindak lanjuti sesuai dengan prosesnya, prosedur hukum,” tegas Braiel.

Sementara itu, polisi menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan fisik yang terjadi selama proses mediasi di Pos Polisi Thamrin. Namun demikian, seluruh keterangan dari para pihak akan terus didalami untuk memastikan fakta sebenarnya di balik insiden yang menjadi perhatian publik tersebut. (*)

 

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 8998000441

article 8998000442

article 8998000443

article 8998000444

article 8998000445

article 8998000446

article 8998000447

article 8998000448

article 8998000449

article 8998000450

article 8998000451

article 8998000452

article 8998000453

article 8998000454

article 8998000455

article 8998000456

article 8998000457

article 8998000458

article 8998000459

article 8998000460

article 8998000461

article 8998000462

article 8998000463

article 8998000464

article 8998000465

article 8998000466

article 8998000467

article 8998000468

article 8998000469

article 8998000470

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

article 2000166

article 2000167

article 2000168

article 2000169

article 2000170

article 2000166

article 2000167

article 2000168

article 2000169

article 2000170

article 2000171

article 2000172

article 2000173

article 2000174

article 2000175

article 2000176

article 2000177

article 2000178

article 2000179

article 2000180

article 2000181

article 2000182

article 2000183

article 2000184

article 2000185

article 2000186

article 2000187

article 2000188

article 2000189

article 2000190

article 2000191

article 2000192

article 2000193

article 2000194

article 2000195

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2000206

article 2000207

article 2000208

article 2000209

article 2000210

article 2000211

article 2000212

article 2000213

article 2000214

article 2000215

article 2000216

article 2000217

article 2000218

article 2000219

article 2000220

article 2000221

article 2000222

article 2000223

article 2000224

article 2000225

article 2990216

article 2990217

article 2990218

article 2990219

article 2990220

article 2990221

article 2990222

article 2990223

article 2990224

article 2990225

article 2990226

article 2990227

article 2990228

article 2990229

article 2990230

article 2990231

article 2990232

article 2990233

article 2990234

article 2990235

article 2990236

article 2990237

article 2990238

article 2990239

article 2990240

article 2990241

article 2990242

article 2990243

article 2990244

article 2990245

article 2990246

article 2990247

article 2990248

article 2990249

article 2990250

article 2990251

article 2990252

article 2990253

article 2990254

article 2990255

article 2990256

article 2990257

article 2990258

article 2990259

article 2990260

article 2990261

article 2990262

article 2990263

article 2990264

article 2990265

article 888866

article 888867

article 888868

article 888869

article 888870

article 888871

article 888872

article 888873

article 888874

article 888875

article 888876

article 888877

article 888878

article 888879

article 888880

article 888881

article 888882

article 888883

article 888884

article 888885

article 888886

article 888887

article 888888

article 888889

article 888890

article 888891

article 888892

article 888893

article 888894

article 888895

article 888896

article 888897

article 888898

article 888899

article 888900

article 888901

article 888902

article 888903

article 888904

article 888905

article 888906

article 888907

article 888908

article 888909

article 888910

article 888911

article 888912

article 888913

article 888914

article 888915

article 888916

article 888917

article 888918

article 888919

article 888920

article 888921

article 888922

article 888923

article 888924

article 888925

article 0000221

article 0000222

article 0000223

article 0000224

article 0000225

article 0000226

article 0000227

article 0000228

article 0000229

article 0000230

article 0000231

article 0000232

article 0000233

article 0000234

article 0000235

article 0000236

article 0000237

article 0000238

article 0000239

article 0000240

article 0000241

article 0000242

article 0000243

article 0000244

article 0000245

article 0000246

article 0000247

article 0000248

article 0000249

article 0000250

article 0000251

article 0000252

article 0000253

article 0000254

article 0000255

article 0000256

article 0000257

article 0000258

article 0000259

article 0000260

article 0000261

article 0000262

article 0000263

article 0000264

article 0000265

article 0000266

article 0000267

article 0000268

article 0000269

article 0000270

article 5500126

article 5500127

article 5500128

article 5500129

article 5500130

article 5500131

article 5500132

article 5500133

article 5500134

article 5500135

article 5500136

article 5500137

article 5500138

article 5500139

article 5500140

article 5500141

article 5500142

article 5500143

article 5500144

article 5500145

article 5500146

article 5500147

article 5500148

article 5500149

article 5500150

article 5500151

article 5500152

article 5500153

article 5500154

article 5500155

article 7700156

article 7700157

article 7700158

article 7700159

article 7700160

article 7700161

article 7700162

article 7700163

article 7700164

article 7700165

article 7700166

article 7700167

article 7700168

article 7700169

article 7700170

article 7700171

article 7700172

article 7700173

article 7700174

article 7700175

article 7700176

article 7700177

article 7700178

article 7700179

article 7700180

article 7700181

article 7700182

article 7700183

article 7700184

article 7700185

news-1701