Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Sugiono, menegaskan pentingnya Kota Samarinda untuk tampil prima sebagai wajah Kalimantan Timur (Kaltim), terutama di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini menjadi magnet nasional dan internasional. Menurut Sugiono, Samarinda harus mampu menunjukkan citra kota yang modern, tertata, dan berkembang pesat, sejalan dengan posisinya sebagai penyangga utama IKN.
“Samarinda ini bukan sekadar kota penyangga, tapi juga etalase Kaltim di mata Indonesia dan dunia. Jadi, kota ini harus tampil lebih tertata, bersih, dan berkelas internasional,” tegas Sugiono, yang juga mantan Ketua DPRD Kota Samarinda, Jumat (23/5/2025).
Sugiono menambahkan, perkembangan pesat IKN akan membawa dampak besar bagi Samarinda, baik dari sisi ekonomi, demografi, maupun tata ruang. Oleh karena itu, pembangunan Samarinda harus diarahkan agar mampu mengakomodasi peran strategis tersebut, terutama dalam sektor infrastruktur, pengelolaan kota, layanan publik, dan pengembangan potensi lokal.
“Permintaan terhadap kualitas kota penyangga seperti Samarinda akan terus meningkat. Jika kita tidak bersiap sejak sekarang, kita akan tertinggal,” tambahnya.
Politikus yang dikenal vokal ini juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Samarinda, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyongsong era baru ini. Menurutnya, kolaborasi yang kuat dan saling mendukung akan menghasilkan pembangunan yang optimal dan berkelanjutan.
“Kalau semua pihak kompak dan saling mendukung, hasilnya pasti jauh lebih maksimal. Jangan ada ego sektoral yang justru menghambat,” ujarnya.
Sugiono memastikan bahwa DPRD Kaltim akan memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang diambil Pemerintah Kota Samarinda, terutama dalam menyesuaikan pembangunan kota dengan kebutuhan IKN. Bentuk dukungan tersebut akan diberikan melalui fungsi legislasi, penganggaran, hingga pengawasan yang efektif.
“Kami di DPRD Kaltim siap mengawal pembangunan Samarinda agar menjadi kota yang membanggakan, tidak hanya untuk Kaltim, tapi juga untuk Indonesia,” pungkas Sugiono. (Adv)













