DIGTALPOS.com – Kabar duka datang dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw, meninggal dunia pada Sabtu (25/7/2026).
Troy mengembuskan napas terakhir di RS Hermina IKN setelah mengabdikan lebih dari dua dekade hidupnya di dunia komunikasi, media massa, hubungan masyarakat, hingga pemerintahan.
Kepergian sosok yang dikenal luas sebagai praktisi komunikasi senior ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, maupun para insan komunikasi di Indonesia. Selama menjabat sebagai Juru Bicara Otorita IKN, Troy menjadi wajah terdepan dalam menyampaikan berbagai informasi strategis mengenai pembangunan Ibu Kota Nusantara kepada masyarakat.
Kabar wafatnya Troy dikonfirmasi oleh Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga.
“Iya benar, meninggal tadi siang,” ujar Danis, dikutip dari Kompas.com.
Kepergian Troy juga mengejutkan rekan-rekan kerjanya di lingkungan Otorita IKN. Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Savitri, mengaku tidak mengetahui adanya tanda-tanda bahwa Troy sedang mengalami gangguan kesehatan.
Menurut Myrna, Troy bahkan masih sempat berkomunikasi dengan salah satu koleganya pada malam sebelum meninggal dunia.
“Tadi malam masih teleponan dengan Pak Alimuddin (Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN), katanya,” tutur Myrna.
Kiprah Panjang di Dunia Komunikasi
Lahir pada 8 Mei 1968, Troy Harold Yohanes Pantouw dikenal sebagai figur yang memiliki perjalanan karier panjang dan penuh dedikasi di bidang komunikasi. Pendidikan menengah ia tempuh di SMA Santa Maria Surabaya sebelum melanjutkan studi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada periode 1987–1993.
Kecintaannya terhadap dunia komunikasi membawanya meraih beasiswa bergengsi Chevening untuk melanjutkan pendidikan Master of Media and Communication di Birmingham City University, Inggris, pada 2000–2001. Tak berhenti di sana, Troy juga mengikuti pendidikan profesional di Henley Business School pada 2014 sebagai bagian dari pengembangan kompetensinya di bidang kepemimpinan dan komunikasi.
Kemampuan dan dedikasinya di bidang hubungan masyarakat mendapat pengakuan luas. Berbagai penghargaan berhasil diraihnya, mulai dari PR Award dari Public Relations Society of Indonesia (PRSI) pada 2010, Sustainability PR Award pada 2012, Indonesia PR Award dari Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) pada 2013, hingga Inspirator CSR Communication Award pada 2015 bersama Prof. Emil Salim melalui PR ONE Consultation.
Pada 2019, Troy juga memperoleh penghargaan bergengsi Fellow Accredited Public Relations Practitioner (FAPR) dari ASEAN Public Relations Network (APRN), sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengembangan profesi hubungan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, ia juga mengantongi sertifikasi Indonesia Accredited Public Relations (IAPR) pada 2013 serta sertifikat Asian PR Network pada 2014.
Aktif Mengembangkan Profesi Kehumasan
Tidak hanya berkiprah di dunia profesional, Troy juga aktif dalam organisasi profesi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) periode 2011–2014.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Dewan Pakar Perhumas sekaligus anggota Komite Mata Nasional (Komatnas), menunjukkan besarnya kepercayaan yang diberikan komunitas kehumasan terhadap kapasitas dan pengalaman yang dimilikinya.
Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Troy memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang corporate affairs, stakeholder engagement, komunikasi strategis, hubungan media, manajemen krisis, branding, komunikasi digital, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga hubungan pemerintahan.
Berawal dari Dunia Jurnalistik
Karier profesional Troy dimulai dari dunia media massa. Pada 1988 hingga 1992, ia bekerja sebagai penyiar sekaligus reporter di Radio Suara Surabaya.
Pengalamannya di radio membuka jalan menuju industri televisi nasional. Troy kemudian bergabung dengan SCTV dan selama periode 1990–1998 dipercaya mengemban berbagai posisi penting, mulai dari reporter, presenter berita, hingga executive producer.
Pengalaman sebagai jurnalis menjadi fondasi kuat yang membentuk kemampuannya dalam mengelola komunikasi publik dan memahami kebutuhan informasi masyarakat.
Berkarier di Berbagai Perusahaan Nasional dan Multinasional
Setelah meninggalkan dunia media, Troy membangun karier cemerlang di berbagai perusahaan besar nasional maupun multinasional.
Ia pernah menjabat sebagai Marketing Communication Manager di Cahaya Bagi Negeri Indonesia, Promotion and Communication Manager PT Jamu Air Mancur Solo, Marketing Communication Manager Kabelvision, hingga Public Relations National Manager APRIL.
Kariernya terus menanjak ketika dipercaya menjadi Corporate Communications Director Danone AQUA pada 2009–2015. Selanjutnya, ia menduduki posisi Country Head Corporate Affairs and Brand & Marketing di Standard Chartered Bank Indonesia.
Selain itu, Troy juga pernah menjadi Senior Consultant AIS Training & Consulting, Deputy Director Communications Nissan Motor Indonesia, Strategic Partnership Advisor Katadata, hingga memegang peran penting sebagai Kepala Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Indonesia pada masa pandemi tahun 2020–2022.
Sebelum bergabung dengan Otorita IKN, ia juga menjabat sebagai Chief of Advocacy, Campaign, Communication and Media Save the Children Indonesia.
Menjadi Wajah Komunikasi Otorita IKN
Pada Maret 2023, Troy resmi bergabung dengan Otorita Ibu Kota Nusantara sebagai Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN.
Dalam posisi tersebut, ia menjadi salah satu tokoh yang paling sering tampil di hadapan publik untuk menjelaskan perkembangan pembangunan IKN.
Berbagai isu strategis yang disampaikan Troy meliputi progres pembangunan infrastruktur, investasi, pelayanan publik, pemindahan aparatur sipil negara (ASN), hingga memberikan klarifikasi atas berbagai informasi dan isu yang berkembang mengenai Ibu Kota Nusantara.
Kemampuannya dalam menyampaikan informasi secara lugas dan komunikatif membuatnya dikenal sebagai salah satu komunikator pemerintahan yang memiliki pengalaman luas.
Kepergian Troy Harold Yohanes Pantouw menjadi kehilangan besar bagi dunia komunikasi Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai profesional yang mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat.
Warisan pemikiran, pengalaman, serta dedikasinya di bidang komunikasi publik akan terus menjadi inspirasi bagi para praktisi humas dan komunikasi di Tanah Air. (*)













