DIGTALPOS.com, Samarinda – Semangat baru mewarnai gerakan mahasiswa di Kota Samarinda. Ketua Umum beserta jajaran Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Samarinda periode 2026–2027 resmi dilantik pada Sabtu, 24 Mei 2026.
Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula S1 PIN Universitas Mulawarman itu berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah kader, tokoh mahasiswa, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Pelantikan dipimpin langsung oleh Pengurus Pusat Bidang LHK KAMMI, Aulia Furqon.
Dalam momentum tersebut, Ketua Umum KAMMI PD Samarinda terpilih, Hari Setyo Nugroho, menegaskan komitmennya untuk membawa KAMMI menjadi organisasi yang aktif berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Timur yang kini menjadi sorotan nasional dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Hari, keberadaan IKN memberikan tantangan sekaligus peluang besar bagi generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk ikut terlibat dalam proses pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Hadirnya ibu kota negara di Kalimantan Timur meneguhkan posisi bahwa Samarinda adalah tulang punggung pembangunan Kaltim. KAMMI hadir untuk memastikan pembangunan berjalan berlandaskan nilai Islam rahmatan lil alamin. Kami ingin memastikan kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Samarinda,” tegasnya.
Ia menilai, pembangunan yang ideal harus mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat. Karena itu, KAMMI Samarinda ingin mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus kolaboratif dalam mengawal arah pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Hari mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak ingin hanya hadir sebagai simbol gerakan mahasiswa, tetapi juga sebagai wadah pengabdian yang mampu memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga arah pembangunan agar tetap berpihak kepada rakyat, terutama kelompok masyarakat kecil yang rentan terdampak perubahan sosial dan ekonomi akibat pembangunan besar-besaran di Kalimantan Timur.
“Kami ingin KAMMI hadir bukan hanya di ruang diskusi, tetapi juga di tengah masyarakat. Mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, KAMMI Samarinda membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, hingga komunitas masyarakat sipil.
Hari menegaskan bahwa sinergi antarelemen menjadi kunci penting dalam membangun Samarinda yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing di tengah transformasi besar Kalimantan Timur menuju pusat pemerintahan baru Indonesia.
“Saya menyadari kepengurusan ini tidak akan berjalan tanpa dukungan banyak pihak. Karena itu, kami membuka ruang sinergi dengan pemerintah, kampus, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Samarinda yang lebih maju dan berdaya,” katanya.
Selain fokus pada isu pembangunan daerah, kepengurusan baru KAMMI Samarinda juga berkomitmen memperkuat pembinaan kader, gerakan sosial, advokasi masyarakat, hingga pengembangan intelektual mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Di penghujung sambutannya, Hari mengingatkan seluruh pengurus bahwa amanah organisasi bukan sekadar posisi struktural, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk terus berjuang dan memberikan manfaat bagi umat serta bangsa.
“Perjuangan ini bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling siap berkhidmat. Semoga Allah SWT membimbing langkah kita, menguatkan niat kita, dan menjadikan KAMMI Samarinda sebagai bagian dari gerakan kebaikan untuk umat dan bangsa,” tutupnya. (*)













