Jangan Anggap Sepele Sinar Matahari! Kenali Cara Mencegah Kanker Kulit Sejak Dini agar Tetap Sehat dan Terlindungi

Jangan Anggap Sepele Sinar Matahari! Kenali Cara Mencegah Kanker Kulit Sejak Dini agar Tetap Sehat dan Terlindungi
Ilustrasi.

DIGTALPOS.com – Paparan sinar matahari memang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun di balik manfaatnya sebagai sumber vitamin D, sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari matahari juga menyimpan ancaman serius bagi kesehatan kulit jika tidak diantisipasi dengan baik.

Salah satu risiko terbesar dari paparan sinar UV adalah kanker kulit, penyakit yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun warna kulit. Meski demikian, kabar baiknya, kanker kulit termasuk jenis kanker yang sangat mungkin dicegah dan memiliki tingkat keberhasilan pengobatan yang tinggi apabila ditemukan sejak tahap awal.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap perlindungan kulit hanya diperlukan saat beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama, seperti saat berlibur di pantai atau berolahraga di luar ruangan. Padahal, paparan sinar ultraviolet terjadi hampir setiap hari, bahkan ketika seseorang hanya berjalan menuju kendaraan, berkendara, atau melakukan aktivitas singkat di luar rumah.

Dikutip dari Prevention, Rabu (1/7/2026), para pakar dermatologi membagikan sejumlah langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko kanker kulit dan menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Paparan UV Terjadi Setiap Hari

Dokter spesialis kulit di Coral Gables, Florida, Amerika Serikat, Alysa Herman, M.D., menjelaskan bahwa kanker kulit bukan disebabkan oleh satu kali paparan sinar matahari yang ekstrem, melainkan akumulasi paparan sinar ultraviolet selama bertahun-tahun.

Menurutnya, banyak orang tidak menyadari bahwa aktivitas sederhana sehari-hari sudah memberikan paparan UV yang cukup besar. Bahkan, sinar ultraviolet mampu menembus kaca mobil maupun jendela bangunan sehingga kulit tetap menerima radiasi meskipun tidak berada langsung di bawah sinar matahari.

“Kamu mendapatkan paparan jauh lebih banyak saat berada di dalam mobil atau berjalan kaki daripada yang kamu sadari. Itulah sebabnya memakai tabir surya setiap hari sangatlah penting,” ujar dr. Herman.

Karena itu, penggunaan tabir surya sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas harian, bukan hanya saat berwisata atau beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Kanker Kulit Bisa Menyerang Semua Warna Kulit

Masih banyak anggapan bahwa kanker kulit hanya berisiko dialami oleh orang berkulit terang. Padahal, dokter spesialis dermatologi dan kosmetologi berlisensi di Chicopee, Massachusetts, Yolanda Lenzy, M.D., menegaskan bahwa siapa pun dapat terkena kanker kulit.

Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penderita melanoma dari kelompok berkulit gelap memiliki angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang berkulit putih. Kondisi tersebut umumnya terjadi karena penyakit baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Selain meningkatkan risiko kanker, paparan sinar matahari tanpa perlindungan juga mempercepat proses penuaan kulit. Profesor Dermatologi dari University of Texas MD Anderson Cancer Center, Susan Chon, M.D., menyebutkan bahwa sinar UV dapat memicu munculnya pigmentasi, flek hitam, kerutan dini, hingga warna kulit yang tidak merata.

Gunakan Sunscreen Secara Konsisten

Para ahli menegaskan bahwa penggunaan sunscreen atau tabir surya merupakan langkah perlindungan paling sederhana sekaligus paling efektif.

Disarankan menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap hari. Untuk perlindungan maksimal, aplikasikan sekitar 30 mililiter untuk seluruh tubuh atau sekitar seukuran koin untuk area wajah. Sunscreen juga perlu dioleskan kembali setiap dua hingga tiga jam, terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan atau berkeringat.

Selain tabir surya, masyarakat juga dianjurkan mencari tempat teduh ketika matahari sedang terik, terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00.

Bagi mereka yang sering berolahraga atau bekerja di luar ruangan, penggunaan pakaian berlengan panjang, topi bertepi lebar, kacamata hitam, hingga pakaian khusus yang memiliki perlindungan terhadap sinar UV dapat membantu melindungi area tubuh yang sulit dijangkau tabir surya, seperti leher, bahu, dan punggung.

Kenali Tanda-Tanda Awal Kanker Kulit

Deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan kanker kulit.

Masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan mandiri terhadap kondisi kulit secara berkala. Perhatikan apabila terdapat tahi lalat atau bercak yang berubah bentuk maupun warna, muncul benjolan baru, luka yang sulit sembuh, area kulit yang terus membesar, atau bagian kulit yang mudah berdarah tanpa sebab yang jelas.

Apabila menemukan perubahan tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Para ahli juga menyarankan mendokumentasikan kondisi kulit melalui foto menggunakan telepon genggam. Cara sederhana ini dapat membantu memantau perubahan yang mungkin terjadi dari waktu ke waktu sehingga memudahkan dokter dalam melakukan evaluasi.

Pola Makan Sehat Ikut Melindungi Kulit

Selain perlindungan dari luar, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi.

Mengonsumsi buah dan sayuran berwarna cerah seperti wortel, tomat, bayam, jeruk, hingga buah beri dapat membantu memenuhi kebutuhan antioksidan yang berfungsi melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel kulit.

Tak kalah penting, masyarakat juga perlu memperhatikan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Beberapa jenis obat, seperti antibiotik maupun obat penurun kolesterol tertentu, diketahui dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.

Karena itu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker mengenai efek samping obat yang digunakan agar dapat mengambil langkah perlindungan tambahan bila diperlukan.

Dengan menerapkan kebiasaan sederhana seperti menggunakan sunscreen setiap hari, mengenakan pelindung saat berada di luar ruangan, menjaga pola makan sehat, serta rutin memeriksa kondisi kulit, risiko kanker kulit dapat ditekan secara signifikan. Kesadaran untuk melindungi kulit sejak dini menjadi investasi penting demi menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (*)