DIGTALPOS.com, Bontang —Isu kawasan kumuh dan banjir mencuat sebagai perhatian utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Bontang Tahun 2026. Anggota DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari, hadir dalam forum tersebut dengan membawa komitmen kuat untuk mengawal pembangunan Kota Taman (sebutan Bontang) dari tingkat provinsi.
Kegiatan Musrenbang yang digelar di Pendopo Rujab ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Kabid PPM Bappeda Kaltim Wahyu Gatut Purboyo, Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan, serta Sekretaris Daerah Aji Erlynawati.
Dalam kesempatan itu, Shemmy yang saat ini duduk di Komisi II DPRD Kaltim yang membidangi keuangan dan perekonomian, menyatakan dukungan penuh terhadap arah pembangunan Kota Bontang. Ia menyoroti pentingnya sinergi antarlevel pemerintahan untuk menangani berbagai persoalan mendesak yang dihadapi kota.
“Sebagai wakil dari Dapil VI, saya merasa punya tanggung jawab moral untuk mendorong percepatan pembangunan di Bontang. Terutama dalam mendorong bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi agar bisa dimanfaatkan untuk program strategis seperti penanggulangan kawasan kumuh dan banjir,” katanya, Senin (14/4/2025).
Shemmy menekankan bahwa tantangan yang dihadapi Bontang tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah kota. Dibutuhkan kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat agar kebijakan dan alokasi anggaran dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kita ingin Bontang berkembang lebih cepat, tertata, dan manusiawi. Tapi untuk mewujudkannya, dukungan dari tingkat atas sangat diperlukan, baik dalam bentuk kebijakan maupun fiskal,” jelasnya.
Ia pun menegaskan bahwa DPRD Kaltim siap menjadi jembatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam upaya menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan di Kota Bontang.(Nur/Adv)













